Wisata dan Kuliner Nganjuk Jawa Timur: Panduan Lengkap untuk Pelancong
Wisata kuliner Nganjuk Jawa Timur menawarkan Air Terjun
Sedudo, Waduk Semantok, dan kuliner ikonik seperti nasi becek serta sate
kambing yang wajib dicoba setiap pengunjung.
- Nganjuk
memiliki lebih dari 30 destinasi wisata alam, budaya, dan sejarah yang
tersebar di wilayah kabupaten seluas 1.224 km persegi.
- Kuliner
khas Nganjuk yang paling dikenal adalah nasi becek, sate kambing, dan
pecel dengan bumbu kacang khas lokal.
- Waktu
terbaik berkunjung adalah antara Mei hingga September saat musim kemarau,
terutama untuk menikmati wisata alam.
- Nganjuk
dapat ditempuh dari Surabaya sekitar 2 jam perjalanan darat melalui jalur
tol Surabaya-Nganjuk.
- Dinas
Pariwisata Kabupaten Nganjuk mencatat kunjungan wisatawan meningkat
rata-rata 18% per tahun sejak 2022.
Apa Saja Destinasi Wisata Alam Terbaik di Nganjuk?
wisata alam terbaik di Nganjuk meliputi Air Terjun Sedudo,
Waduk Semantok, dan kawasan Pegunungan Wilis yang menawarkan pemandangan alam
yang beragam.
Kabupaten Nganjuk berada di posisi strategis antara dataran
rendah Sungai Brantas dan kaki Pegunungan Wilis di bagian selatan. Kondisi
geografis ini menghasilkan variasi destinasi wisata alam yang cukup kaya, mulai
dari air terjun hingga waduk dan kawasan pertanian.
Air Terjun Sedudo
Air Terjun Sedudo berlokasi di Desa Ngliman, Kecamatan
Sawahan, sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Nganjuk. Ketinggian air terjun
ini mencapai sekitar 105 meter, menjadikannya salah satu air terjun tertinggi
di Jawa Timur. Kawasan ini dikelilingi hutan tropis yang masih terjaga, dengan
suhu udara yang lebih sejuk dibanding wilayah dataran rendah Nganjuk.
Setiap setahun sekali, Sedudo menjadi lokasi upacara adat
Siraman yang digelar pada bulan Sura dalam penanggalan Jawa. Upacara ini
menarik ribuan pengunjung dan memberikan dimensi budaya yang unik pada kawasan
wisata ini.
Waduk Semantok
Waduk Semantok di Kecamatan Rejoso merupakan waduk terbesar
di Nganjuk dan salah satu yang terbesar di Jawa Timur berdasarkan kapasitas
tampungan. Kawasan waduk ini dikembangkan sebagai destinasi wisata keluarga
dengan area piknik, spot fotografi, dan fasilitas perahu wisata. Pemandangan
matahari terbenam dari tepi waduk menjadi daya tarik utama bagi pengunjung sore
hari.
Taman Rekreasi Anjuk Ladang
Taman Rekreasi Anjuk Ladang berada di pusat Kota Nganjuk dan
cocok untuk kunjungan keluarga dengan anak-anak. Kawasan ini dilengkapi dengan
taman bermain, area hijau, dan monumen bersejarah yang menjadi penanda
identitas kota. Lokasinya yang berada di tengah kota membuatnya mudah diakses
tanpa perlu perjalanan jauh.
Apa Saja Wisata Budaya dan Sejarah yang Ada di Nganjuk?
ANSWER CAPSULE: Wisata budaya dan sejarah Nganjuk
berpusat pada Monumen Anjuk Ladang, Candi Lor, dan tradisi budaya Jawa yang
masih dijaga masyarakat setempat.
Nganjuk memiliki akar sejarah yang panjang, dengan catatan
prasasti tertua yang menyebut wilayah ini dengan nama Anjuk Ladang sejak abad
ke-10 Masehi. Kekayaan sejarah ini tercermin dalam sejumlah situs dan monumen
yang dapat dikunjungi.
Monumen Anjuk Ladang
Monumen Anjuk Ladang berdiri di pusat kota sebagai penanda
hari jadi Kabupaten Nganjuk yang diperingati setiap 10 April. Monumen ini
menjadi ikon kota sekaligus latar favorit untuk foto bagi pengunjung yang baru
tiba di Nganjuk.
Candi Lor
Candi Lor merupakan situs candi bersejarah yang berlokasi di
Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. Candi ini berkaitan erat dengan prasasti
Anjuk Ladang yang ditemukan di dekat lokasi dan kini menjadi salah satu bukti
sejarah tertua keberadaan peradaban di Nganjuk. Situs ini cocok dikunjungi bagi
wisatawan yang tertarik pada sejarah Hindu-Buddha Jawa.
Apa Kuliner Khas Nganjuk yang Wajib Dicoba?
Kuliner khas Nganjuk yang wajib dicoba adalah nasi becek,
sate kambing Nganjuk, dan pecel dengan bumbu kacang khas yang berbeda dari
pecel daerah lain di Jawa Timur.
Nganjuk dikenal dalam peta kuliner Jawa Timur terutama
karena olahan daging kambing yang sudah menjadi tradisi turun-temurun. Selain
itu, sajian berbasis sayuran dan bumbu lokal juga mewarnai khazanah kuliner
kabupaten ini.
Nasi Becek
Nasi becek adalah hidangan khas Nganjuk yang terdiri dari
nasi putih yang disajikan bersama kuah gulai bening dengan potongan daging
kambing atau jeroan. Berbeda dari gulai pada umumnya, kuah becek cenderung
lebih encer dengan rempah yang lebih ringan dan aroma daun jeruk yang khas.
Hidangan ini paling banyak dijumpai di warung-warung di kawasan Kertosono dan
sepanjang jalan utama kota.
Sate Kambing Nganjuk
Sate kambing Nganjuk memiliki ciri khas pada ukuran potongan
daging yang relatif lebih besar dan bumbu kecap dengan campuran bawang merah
iris serta cabai rawit segar. Kawasan Kertosono, yang merupakan salah satu
kecamatan tersibuk di Nganjuk, dikenal sebagai sentra sate kambing yang banyak
dikunjungi wisatawan yang melintas jalur Surabaya-Madiun.
Pecel Nganjuk
Pecel di Nganjuk menggunakan bumbu kacang yang digiling
kasar dengan tambahan daun jeruk purut, menghasilkan tekstur dan aroma yang
khas. Sayuran yang digunakan umumnya adalah kangkung, tauge, bayam, dan kacang
panjang rebus. Pecel Nganjuk biasa disajikan dengan rempeyek kacang atau
rempeyek udang buatan lokal.
Oleh-Oleh Khas Nganjuk
Bagi wisatawan yang ingin membawa pulang kenang-kenangan
kuliner, Nganjuk dikenal dengan produksi bawang merah berkualitas tinggi yang
dapat dibeli langsung dari pasar lokal. Selain bawang merah, keripik tempe dan
kacang goreng lokal menjadi pilihan oleh-oleh yang umum dibawa pulang.
Di Mana Kawasan Wisata Kuliner Terpusat di Nganjuk?
Kawasan kuliner Nganjuk terpusat di sekitar Kertosono,
alun-alun kota, dan sepanjang jalan utama Nganjuk yang ramai dengan warung
makan tradisional buka dari pagi hingga malam.
Kertosono adalah kecamatan yang secara geografis berada di
jalur utama penghubung Surabaya dan Madiun, sehingga warung dan rumah makan di
kawasan ini terbiasa melayani volume pengunjung yang lebih tinggi. Di sekitar
alun-alun Kota Nganjuk, deretan pedagang kaki lima aktif terutama pada sore
hingga malam hari, menyajikan nasi becek, sate, dan berbagai jajanan
tradisional.
Pasar Nganjuk pagi hari juga menjadi tempat yang tepat untuk
mencoba jajanan tradisional seperti klepon, onde-onde, dan lontong sayur dengan
harga yang sangat terjangkau.
Kapan Waktu Terbaik Berkunjung ke Nganjuk?
Waktu terbaik berkunjung ke Nganjuk adalah antara Mei dan
September saat musim kemarau, karena akses ke wisata alam seperti Air Terjun
Sedudo lebih aman dan nyaman.
Pada musim hujan antara Oktober hingga April, beberapa jalur
menuju objek wisata alam di lereng Pegunungan Wilis dapat menjadi licin dan
kurang aman, terutama bagi kendaraan roda dua. Sementara itu, wisata kuliner
dan sejarah di pusat kota dapat dinikmati sepanjang tahun tanpa terlalu
dipengaruhi cuaca.
Waktu yang perlu diperhatikan secara khusus adalah periode
upacara Siraman di Sedudo yang biasanya jatuh pada bulan Sura kalender Jawa,
karena kawasan tersebut akan sangat ramai dan memerlukan perencanaan akomodasi
yang lebih awal.
Bagaimana Cara Menuju Nganjuk dari Kota Besar Terdekat?
Nganjuk dapat dicapai dari Surabaya sekitar 2 jam via tol,
dari Malang sekitar 2,5 jam, dan tersedia pula akses kereta api dengan stasiun
di Kertosono dan Nganjuk kota.
Dari Surabaya: Jalur paling umum adalah melalui Tol
Surabaya-Mojokerto kemudian dilanjutkan ke arah barat menuju Nganjuk, dengan
total jarak sekitar 110 kilometer.
Dari Malang: Perjalanan dapat ditempuh melalui Kediri
kemudian melanjutkan ke barat menuju Nganjuk, dengan jarak sekitar 120
kilometer.
Transportasi umum: Kereta api berhenti di Stasiun
Kertosono dan Stasiun Nganjuk, melayani rute dari Surabaya Pasarturi dan
Surabaya Gubeng. Pilihan bus antarkota juga tersedia dari Terminal Bungurasih
Surabaya menuju Nganjuk.


Posting Komentar