5 Kuliner Lumajang Wajib Coba dan Oleh-Oleh Khas
SERBATAU- Lutut masih gemetar, baju basah sudah berganti kering, dan perut keroncongan hebat. Itulah tiga fase yang pasti dialami setiap petualang setelah berhasil menaklukkan jalur ekstrem Air Terjun Tumpak Sewu. Setelah membakar ribuan kalori dan memanjakan mata dengan mahakarya alam, petualangan Anda belum selesai. Hadiah sesungguhnya menanti di piring Anda.
Memasuki Lumajang tidak hanya berarti menjejakkan kaki di salah satu gerbang Wisata Jawa Timur yang paling spektakuler. Ini berarti membuka lembar baru dalam kamus rasa Anda. Kuliner Lumajang adalah bab penutup yang sempurna untuk perjalanan Anda, sebuah perpaduan rasa otentik yang siap memulihkan energi. Dari hidangan berat yang kaya bumbu hingga oleh-oleh ikonik yang tak bisa Anda temukan di tempat lain, inilah panduan kuliner wajib setelah Anda dari Tumpak Sewu.
Makanan Khas yang Wajib Dicoba
Setelah terkuras di
Tumpak Sewu, tubuh Anda membutuhkan asupan yang "tepat". Untungnya,
kuliner Lumajang menawarkan deretan hidangan kaya rasa yang sempurna untuk
pemulihan.
1. Lontong Petis Khas Lumajang
Ini bukan Lontong
Petis biasa. Jika di tempat lain Anda menemukan petis yang kental dan pekat, di
Lumajang, kuah petisnya lebih encer, berwarna hitam legam, namun rasanya luar
biasa gurih dan sedikit manis. Disajikan dengan lontong, tahu goreng, dan taoge,
hidangan ini adalah pemulih energi instan yang ringan namun mengenyangkan.
2. Pecel Telo (Pecel Ubi Jalar)
Inovasi brilian dari
Lumajang! Saat daerah lain menyajikan pecel dengan nasi, Lumajang menggantinya
dengan telo (ubi jalar) kukus. Perpaduan rasa manis alami dari ubi jalar
yang lembut dengan gurih pedasnya sambal pecel adalah sebuah sensasi rasa yang
unik. Ini adalah menu sarapan atau makan siang sehat yang kaya serat.
3. Sego Kelor (Nasi Daun Kelor)
Di saat kuliner modern
baru membicarakan superfood, Lumajang sudah mempraktikkannya sejak lama.
Sego Kelor adalah nasi yang diolah atau dicampur dengan daun kelor yang kaya
nutrisi. Biasanya disajikan dengan lauk pauk sederhana seperti ikan asin,
sambal, dan urap-urap. Rasanya gurih, sedikit beraroma khas, dan tentu saja
sangat menyehatkan.
4. Ares (Sayur Batang Pisang)
Jika Anda mencari
hidangan yang benar-benar otentik dan "lokal", carilah Ares. Ini
adalah sayur yang terbuat dari batang pisang muda (biasanya pisang
kepok). Batang pisang diiris tipis, dimasak dengan santan dan bumbu rempah yang
kaya. Teksturnya unik, sedikit renyah, dan rasanya gurih pedas. Tidak semua
warung menyediakannya, tapi jika Anda menemukannya, Anda wajib coba.
5. Ikan Asap (I.A.S) Lumajang
Jangan lupa, Lumajang
juga memiliki pesisir pantai selatan. Salah satu primadona kuliner dari daerah
pantai adalah Ikan Asap atau "I.A.S". Berbagai jenis ikan segar
(biasanya ikan tongkol atau cakalang) diasap dengan metode tradisional menggunakan
sabut kelapa. Aroma smoky-nya sangat kuat, dan dagingnya gurih. Biasanya
disajikan dengan sambal terasi pedas.
Warung dan Resto Favorit Traveler
Setelah puas
bertualang, menemukan tempat makan yang tepat adalah krusial. Di Lumajang,
jangan mencari restoran mewah berbintang. Kekuatan kuliner kota ini ada pada
depot, warung, dan rumah makan sederhana yang legendaris.
1. Warung di Sekitar Tumpak Sewu (Pronojiwo)
Di area pintu keluar
Tumpak Sewu, jangan berharap menemukan restoran besar. Yang akan Anda temui
adalah pahlawan tanpa tanda jasa: warung-warung sederhana milik warga.
Mereka adalah tempat
"pertolongan pertama" Anda. Menu andalannya adalah kopi panas, teh
hangat, mi instan, dan nasi goreng. Sederhana, tapi terasa seperti makanan
paling mewah di dunia setelah Anda kedinginan di dasar air terjun.
2. Depot dan Rumah Makan di Pusat Kota
Untuk berburu kuliner
otentik seperti Lontong Petis atau Pecel Telo, Anda harus meluangkan waktu
untuk berkendara ke pusat Kota Lumajang (sekitar 1-1.5 jam dari Tumpak
Sewu).
Carilah depot atau
rumah makan yang terlihat sudah berumur, dikelola oleh keluarga, dan selalu
ramai di jam makan. Itulah tanda bahwa Anda berada di tempat yang tepat. Area
di sekitar Alun-Alun Lumajang biasanya menjadi pusat kuliner di mana Anda bisa
menemukan banyak pilihan legendaris ini.
Oleh-Oleh Khas Lumajang Jangan Pulang dengan Tangan Kosong
Petualangan Anda tidak
lengkap tanpa membawa pulang "rasa" Lumajang. Kota ini dijuluki
sebagai Kota Pisang, dan julukan itu tidak main-main.
1. Pisang Agung dan Olahannya
Inilah oleh-oleh wajib
nomor satu. Pisang Agung khas Lumajang memiliki ukuran super jumbo, bisa
mencapai panjang lengan orang dewasa. Rasanya manis dan legit, sangat cocok
untuk digoreng.
Namun, membawa pulang
pisang segar mungkin merepotkan. Solusinya adalah membeli olahannya:
- Keripik Pisang Agung: Berbeda dari keripik pisang biasa,
keripik ini memiliki irisan yang super lebar dan tebal. Rasanya renyah
gurih atau manis.
- Sale Pisang: Pisang yang dijemur kering ini memiliki
rasa manis yang sangat pekat dan aroma yang khas.
- Piscok Kering: Inovasi modern berupa keripik pisang yang
dibalut cokelat bubuk premium.
2. Kopi Lereng Semeru
Lokasi Lumajang di
kaki Gunung Semeru menjadikannya penghasil kopi berkualitas. Carilah Kopi
Lereng Semeru, baik jenis Arabika maupun Robusta. Membawa pulang sebungkus
kopi lokal adalah cara terbaik untuk mengenang petualangan Anda, diseduh di
rumah sambil mengingat gemuruh Tumpak Sewu.
Kuliner Lumajang adalah cerminan dari alamnya. Ia sederhana, jujur, tapi memiliki karakter yang kuat dan tak terlupakan. Setelah energi Anda terkuras oleh Tumpak Sewu, biarkan piring-piring otentik ini mengisi ulang semangat Anda, menjadikan perjalanan Wisata Jawa Timur Anda sebuah paket pengalaman yang utuh.
Penulis: Febi Agil Ardadama





Posting Komentar