Ragam Oleh-oleh Khas Banyuwangi yang Paling Dicari Wisatawan
SERBATAU-Banyuwangi dikenal sebagai Sunrise
of Java, sebuah kabupaten di ujung timur Pulau Jawa yang terkenal dengan
panorama alamnya seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Baluran, hingga Pantai
Pulau Merah. Namun, pesona Banyuwangi tidak berhenti di wisata alam. Daerah ini
juga menawarkan beragam oleh-oleh khas Banyuwangi yang unik, lezat, dan
sarat nilai budaya.
Tiga buah tangan yang paling dicari wisatawan adalah Pia Glenmore, Kopi Banyuwangi, dan Batik Gajah Oling. Yuk, kita bahas lebih dalam keistimewaannya.
Pia Glenmore: Ikon Legit Banyuwangi
Sejarah dan Popularitas
Pia Glenmore bukan sekadar jajanan
ringan, melainkan ikon kuliner Banyuwangi. Nama Glenmore diambil dari
sebuah kecamatan peninggalan Belanda yang sarat sejarah. Pia ini mulai
diproduksi puluhan tahun lalu dan terus bertahan hingga kini sebagai oleh-oleh
paling favorit wisatawan.
Hampir setiap pengunjung, baik dari
Surabaya, Bali, maupun luar daerah, menyempatkan diri membeli Pia Glenmore
sebagai buah tangan.
Varian
Rasa yang Populer
Dulu Pia Glenmore hanya punya varian
kacang hijau. Kini, hadir rasa modern seperti:
- Cokelat
– manis lembut dengan aroma khas.
- Keju
– gurih legit, cocok bagi penyuka asin manis.
- Durian
– sensasi tropis yang kuat.
- Kacang Tanah
– sederhana tapi tetap favorit.
Tekstur kulitnya tipis, renyah, dan
lembut saat digigit, dengan isian padat manis yang pas.
Mengapa
Disukai Wisatawan?
- Tahan lama hingga lebih dari seminggu.
- Harga terjangkau.
- Kemasan rapi dan menarik.
- Cita rasa otentik khas Banyuwangi.
Kopi Banyuwangi: Cita Rasa dari Lereng Ijen
Keunikan Kopi Banyuwangi
Banyuwangi adalah salah satu
penghasil kopi terbaik Indonesia. Tanah vulkanik di lereng Gunung Ijen dan
Raung membuat biji kopinya punya karakter pekat, beraroma kuat, dengan sedikit
sensasi asam alami.Cocok untuk dijadikan oleh-oleh.
Jenis
Kopi Terkenal
- Kopi Lanang
– bijinya bulat utuh, dipercaya lebih tinggi kafeinnya, rasanya pahit
pekat dengan aftertaste nikmat.
- Kopi Ijen Raung
– tumbuh di perkebunan lereng Ijen dan Raung, aromanya wangi, rasanya
seimbang antara pahit dan asam.
- Kopi Blawan
– dihasilkan dari perkebunan turun-temurun, populer di kalangan penikmat
kopi.
Cara
Penyajian Tradisional
Masyarakat Banyuwangi sering
menyajikan kopi dengan metode tubruk, yaitu menuang air panas langsung
ke bubuk kopi tanpa disaring. Cara ini menghadirkan rasa yang lebih pekat. Kopi
biasanya dinikmati bersama camilan tradisional seperti pisang goreng atau jajan
pasar.
Batik Gajah Oling: Filosofi dalam Kain
Makna Motif Gajah Oling
Batik khas Banyuwangi ini memiliki
motif menyerupai belalai gajah melingkar (oling), yang dalam bahasa
Osing berarti “selamat”. Filosofinya adalah doa untuk keselamatan,
keberuntungan, dan kebahagiaan hidup.Cocok untuk dibawa menjadi oleh-oleh ketika pulang dari Banyuwangi
Keunikan
Batik Banyuwangi
- Warna lebih berani: merah, kuning, biru, dan hitam.
- Motif sarat makna budaya Osing, flora, dan fauna.
- Proses pembuatan masih tradisional dengan canting,
sehingga tahan lama.
Cocok
Jadi Oleh-Oleh
Batik Gajah Oling bisa digunakan
sebagai pakaian, selendang, syal, taplak meja, hingga hiasan dinding. Membawa
pulang batik ini berarti ikut melestarikan budaya Banyuwangi sekaligus memiliki
karya seni bernilai tinggi.
Tips Membeli Oleh-Oleh Khas Banyuwangi
Agar belanja lebih puas, perhatikan
hal berikut:
- Pilih toko terpercaya atau pusat oleh-oleh resmi.
- Cek kualitas rasa, aroma, dan kemasan, terutama untuk
makanan.
- Tanyakan keaslian batik—batik tulis lebih mahal tapi
bernilai seni tinggi.
- Sesuaikan jumlah dengan kebutuhan agar tidak mubazir.
Banyuwangi bukan hanya surga wisata
alam, tetapi juga pusat oleh-oleh khas yang memikat hati. Pia Glenmore
dengan rasa legit, Kopi Banyuwangi dengan aroma khas lereng Ijen, dan Batik
Gajah Oling dengan filosofi mendalam, semuanya adalah identitas budaya
“Sunrise of Java”.
Jadi, jika berkunjung ke Banyuwangi,
jangan lupa membawa pulang buah tangan ini agar kenangan indah perjalanan Anda
selalu terkenang.
Penulis:Frantika Hetmina(Tik)

Posting Komentar