Segar Dingin Es Pleret, Hangat Sehat Wedang Secang

Daftar Isi

SERBATAU-Indonesia dikenal punya banyak minuman tradisional, dan dua di antaranya yang paling unik dan melegenda adalah Es Pleret dan Wedang Secang.


Keduanya datang dari tanah Jawa, tapi menawarkan sensasi yang berbeda dan saling melengkapi. Es Pleret dengan bola-bola kecil berwarna-warni yang manis dan segar, pas banget buat dinikmati saat siang hari.

Sebaliknya, Wedang Secang yang hangat dan kaya rempah cocok untuk menghangatkan tubuh di malam hari.

Perjalanan dari Tradisi ke Era Modern  

Es Pleret awalnya dikenal sebagai minuman khas Blitar, Jawa Timur. Nama "pleret" merujuk pada bola-bola tepung yang direbus, diberi pewarna alami, lalu disajikan dengan kuah santan dan gula. Dulu, minuman ini sering disajikan di acara hajatan sebagai simbol kebersamaan dan keceriaan.

Sementara itu, Wedang Secang punya sejarah yang lebih panjang, bahkan sudah ada sejak zaman kerajaan. Minuman ini dibuat dari kayu secang yang saat direbus akan mengeluarkan warna merah. Wedang ini dipercaya memiliki khasiat kesehatan, dan karena itu sering disajikan untuk keluarga kerajaan.

Baca Juga :Pecel Pitik Budaya Osing

Filosofi yang Terkandung di Dalamnya

Minuman tradisional Jawa tidak pernah sekadar pelepas dahaga, tetapi juga sarat makna:

  • Es Pleret melambangkan keceriaan dan kebersamaan. Warna-warni bola pleret mencerminkan keberagaman masyarakat, sementara rasa manis dan gurihnya menggambarkan harmoni hidup.
  • Wedang Secang melambangkan kehangatan dan ketenangan. Warna merahnya menjadi simbol semangat, sementara aroma rempah-rempahnya punya efek menenangkan.                                                      

Tetap Populer di Tengah Gempuran Minuman Modern

Meskipun sudah ada sejak puluhan, bahkan ratusan tahun lalu, Es Pleret dan Wedang Secang tetap digemari hingga sekarang. Banyak kafe modern yang memasukkan kedua minuman ini ke dalam menu mereka.

Berbagai inovasi juga muncul, seperti Es Pleret yang kini kadang diberi es krim atau boba, serta Wedang Secang yang dikemas praktis dalam botol atau bubuk instan.

Inovasi-inovasi ini membuktikan bahwa minuman tradisional bisa tetap relevan tanpa kehilangan identitas budayanya. Kedua minuman ini adalah bukti nyata bahwa kekayaan kuliner Indonesia tidak ada habisnya.


Penulis:Frantika Hetmina(Tik)

 

 

Posting Komentar

Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang