Beda Generasi, Beda Selera Film: Kamu Masuk Tim Mana Nih?

Daftar Isi
Selera Film Antar Generasi

Film Bukan Cuma Tontonan, Tapi Juga Cerminan Zamannya. Setiap Generasi Punya Rasa Yang Beda-Beda, Dan Itu Sah-Sah Aja!

 

SERBA TAU -  Pernah nggak, kamu lagi asik nonton film Marvel atau drama Korea, tapi orang tua langsung nyeletuk, “Zaman dulu, film nggak perlu efek-efekan gini juga udah bagus!” Yap, beda generasi, beda juga selera filmnya.

Fenomena ini bukan cuma soal selera pribadi, tapi juga dipengaruhi sama teknologi, budaya pop, dan cara orang menikmati hiburan. Mulai generasi Baby Boomer hingga Gen Alpha, masing masing generasi punya selera tontonan berbeda untuk dinikmati.

 

1. Boomer & Gen X: Setia Sama Film Penuh Makna

 

Generasi yang lahir sebelum 1980 ini dikenal doyan film-film penuh nilai kehidupan. Jangan kaget kalau orang tua kamu lebih suka nonton The Godfather, Tiga Dara, atau drama sosial semacam Laskar Pelangi.

Mereka lebih menikmati alur yang lambat tapi mendalam. Karakter kuat, konflik emosional, dan ending menggugah jadi kunci.

“Kalau film sekarang kebanyakan efek, kurang menyentuh,” ujar Pak Slamet (62), penggemar film Warkop, saat ditemui di acara komunitas film lawas.

2. Milenial: Antara Hollywood, K-Drama, dan Eksplorasi Genre

 

Lahir antara 1981–1996, generasi ini tumbuh di masa transisi VHS ke digital. Nggak heran kalau seleranya cukup campur aduk. Dari film animasi Disney, Harry Potter, hingga demam K-Drama pertama seperti Full House dan Boys Over Flowers.

Milenial juga mulai suka genre baru: sci-fi, horor psikologis, dokumenter crime, sampai film independen.

“Zaman SMP dulu nonton Ada Apa Dengan Cinta? udah paling keren. Sekarang mah nungguin season baru Stranger Things,” curhat Lia (30), Ibu Rumah Tangga.

 

3. Gen Z: Semakin Visual, Cepat, dan TikTokable

 

Kalau kamu lahir antara 1997–2012, selamat! Kamu bagian dari Gen Z yang punya selera film dinamis dan modern.

Gen Z biasanya lebih pilih film dengan visually appealing, punya pesan kuat atau relateable, dan yang paling penting bisa ambil salah satu scene jadi konten TikTok atau reels. Jadi, wajar banget kalau film kayak Everything Everywhere All At Once dan Parasite jadi film yang banyak dibicarakan dikalangan Gen Z.

Durasi juga berpengaruh. Film dan serial pendek, yang bisa buat marathon film seharian, jadi rame banget.

“Yang penting relate, aesthetic, dan ada quotenya buat IG story,” ujar Rina (22), mahasiswa.

 

4. Gen Alpha: Tablet, YouTube Kids, dan Serial Animasi

 

Gen Alpha atau anak yang lahir pada 2013 keatas ini masih belum punya selera pasti, tapi bisa ditebak.

Mereka akrab banget dengan layar sentuh, streaming, dan tontonan interaktif. Contohnya seperti Netflix dan YouTube yang tentunya dalam mode anak anak atu Kids ya. Mereka juga akrab banget sama animasi seperti Cocomelon atau Bluey jadi konsumsi harian.

Konten edukatif visual dengan durasi pendek lebih mereka nikmati dibandingkan film panjang di bioskop. Dunia mereka sudah beda sejak awal.

 

5. Kenapa Bisa Beda-Beda? Ini Jawabannya!

 

Perbedaan ini bisa terjadi karena banyak faktor:

 

  • Akses teknologi: Generasi lama nonton lewat TV dan bioskop, sementara Gen Z-Alpha bisa streaming kapan aja.

 

  • Tren global: Musik, fashion, dan gaya hidup juga memengaruhi apa yang mereka tonton.

 

  • Pengalaman hidup: Apa yang dialami saat tumbuh besar membentuk rasa ingin tahu terhadap tema tertentu.

 

6. Apakah Selera Film Bisa Menurun ke Anak?

 

Jawabannya: bisa iya, bisa nggak.

Kalau sering nonton bareng orang tua, ada kemungkinan kamu terbiasa dan suka film pilihan mereka. Tapi kalau kamu lebih banyak dapet referensi dari teman atau media sosial, selera kamu bisa beda 180 derajat.

 

Semua Sah, yang Penting Nikmati!

 

Nggak ada yang salah dengan nonton film lawas atau cuma suka serial pendek. Semua generasi punya alasan dan seleranya masing-masing.

Selama kamu menikmati dan bisa belajar sesuatu dari film itu—entah hiburan, inspirasi, atau insight baru—itu udah cukup!

 

 

Posting Komentar

Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang