Kesalahan Umum Saat Mengisi BBM yang Masih Sering Terjadi
SERBATAU
- Mengisi bahan bakar di SPBU sering dianggap sekadar
rutinitas. Padahal, ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar prosesnya aman,
efisien, dan tidak berdampak negatif pada mobil.
Sayangnya,
sebagian besar pengendara masih melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang
dampaknya bisa cukup besar dalam jangka panjang.
Dari
memilih BBM yang keliru hingga hal-hal remeh seperti menutup tangki
sembarangan, semua itu bisa memengaruhi performa kendaraan hingga keselamatan
di SPBU.
Kita
akan mengulas beberapa kesalahan umum saat mengisi BBM yang sebaiknya mulai
Anda hindari sekarang juga.
1. Mengisi BBM Tanpa Perhatikan RON
Salah
satu kesalahan paling mendasar namun masih sering dilakukan adalah tidak
memperhatikan angka oktan atau RON (Research Octane Number) saat memilih jenis
BBM.
Beberapa
pengendara cenderung memilih bahan bakar berdasarkan harga termurah tanpa
memahami apakah itu sesuai dengan spesifikasi mesinnya atau tidak. Padahal,
penggunaan BBM dengan RON yang lebih rendah dari yang disarankan bisa
menyebabkan knocking (ngelitik), pembakaran tidak sempurna, bahkan kerusakan
komponen mesin dalam jangka panjang.
Tips: Cek buku manual mobil Anda. Biasanya pabrikan sudah
mencantumkan rekomendasi jenis BBM yang cocok, termasuk nilai oktan minimum.
2. Menyalakan Mesin Saat Mengisi BBM
Kebiasaan
ini tergolong sepele namun bisa sangat berbahaya. Beberapa pengemudi memilih
untuk tetap menyalakan mesin mobil saat mengisi BBM agar AC tetap menyala.
Padahal, ini menyalahi prosedur keselamatan di SPBU.
Alasannya?
Uap bensin sangat mudah terbakar. Sistem kelistrikan kendaraan, terutama di
ruang mesin, bisa menimbulkan percikan api yang menjadi pemicu ledakan. Itulah
sebabnya petugas SPBU selalu mengingatkan agar mesin dimatikan sebelum
pengisian dimulai.
3. Menggunakan Ponsel di Area Pengisian
Meski
belum ada bukti ilmiah yang 100% menyatakan ponsel bisa menyebabkan ledakan di
SPBU, penggunaan perangkat elektronik ini tetap dilarang.
Menurut
panduan dari Pertamina, larangan ini bukan semata-mata mitos, tapi bagian dari
upaya pencegahan risiko. Gelombang elektromagnetik dari ponsel berpotensi
mengganggu sistem pengisian otomatis atau bahkan memicu percikan di situasi
ekstrem.
Hindari:
memotret, menerima telepon, atau membuka aplikasi saat berada di dekat
dispenser BBM.
4. Mengisi Hingga Tangki Penuh dan Meluber
Banyak
yang beranggapan semakin penuh tangki mobil, semakin hemat dalam jangka
panjang. Sayangnya, logika ini tidak berlaku saat mengisi BBM secara berlebihan
hingga meluber atau memaksa lebih dari batas nozzle berhenti otomatis.
BBM
yang tumpah bisa merusak sistem evaporative emission control (EVAP) yang ada di
hampir semua mobil modern. Sistem ini dirancang untuk mencegah uap bahan bakar
keluar ke udara bebas. Jika rusak, mobil bisa lebih boros dan bahkan mengganggu
kinerja mesin.
5. Tidak Memastikan Tutup Tangki Rapat
Masih
banyak yang menutup kembali tutup tangki bahan bakar dengan asal-asalan.
Padahal, tutup tangki yang tidak rapat bisa menyebabkan penguapan bahan bakar,
masuknya debu atau air hujan ke dalam tangki, hingga menyalanya indikator check
engine.
Di
beberapa model mobil, tekanan di dalam tangki diatur oleh sistem tertutup. Bila
tutup longgar, tekanan bisa berubah dan berdampak ke performa sistem bahan
bakar.
6. Mengisi BBM di SPBU Tidak Terpercaya
Harga
bensin murah memang menggiurkan, terutama saat pengeluaran sedang ketat. Tapi
Anda tetap perlu berhati-hati dalam memilih tempat pengisian bahan bakar.
Beberapa
SPBU diketahui melakukan kecurangan takaran atau mencampur bahan bakar dengan
zat tambahan untuk menekan biaya. Akibatnya, mesin mobil bisa mengalami
pembakaran tidak sempurna hingga menimbulkan kerak pada injektor.
Saran: Selalu pilih SPBU resmi yang diawasi, seperti milik
Pertamina atau operator yang memiliki izin jelas dan alat kalibrasi rutin.
7. Tidak Mengetahui Waktu Ideal Mengisi BBM
Meski
ini bukan kesalahan teknis, banyak orang belum tahu bahwa waktu juga
memengaruhi efisiensi saat mengisi bahan bakar. Menurut beberapa ahli, mengisi
BBM saat pagi hari lebih baik karena suhu udara masih rendah, sehingga volume
bensin lebih stabil dan tidak mudah menguap.
Sebaliknya,
mengisi siang hari di bawah panas terik berisiko membuat BBM menguap sebelum
masuk sepenuhnya ke dalam tangki.
8. Mengabaikan Lampu Indikator Bahan Bakar
Menunggu
hingga indikator bensin menyentuh “E” atau lampu peringatan menyala juga
tergolong kebiasaan buruk. Selain mempercepat kerusakan pompa bahan bakar,
tindakan ini bisa membahayakan jika Anda kehabisan bensin di tengah jalan.
Pompa
bahan bakar yang berada di dalam tangki harus selalu terendam agar tetap
dingin. Jika dibiarkan kering, umur pakainya akan menurun.
Lebih Cermat, Lebih Aman
Mengisi
BBM memang bagian dari rutinitas, tapi bukan berarti bisa dilakukan
sembarangan. Dari kesalahan memilih bahan bakar hingga kebiasaan kecil seperti
menyalakan mesin saat pengisian, semua bisa berdampak jangka panjang jika terus
dibiarkan.
Sebagai
pengendara yang bertanggung jawab, ada baiknya mulai memperhatikan detail kecil
saat mengisi BBM. Tidak hanya untuk menjaga performa mobil tetap optimal, tapi
juga demi keselamatan diri dan orang lain.


Posting Komentar