Sekali Coba Langsung Ketagihan: Ini Alasan Amplang Jadi Oleh-Oleh Favorit!

Daftar Isi

Amplang Jadi Oleh-Oleh Favorit!

SERBATAU - Kalau bicara soal oleh-oleh dari Kalimantan, satu nama yang hampir selalu muncul adalah amplang.

Camilan berbahan dasar ikan ini bukan sekadar kerupuk biasa—amplang menyimpan cerita panjang, rasa otentik, dan identitas budaya masyarakat Borneo.

 

Sejarah dan Asal Usul Amplang

Amplang pertama kali populer di Kalimantan Timur, terutama di kota Samarinda dan Balikpapan. Konon, tradisi membuat amplang dibawa oleh para pendatang dari Bugis dan Makassar sekitar tahun 1970-an. Mereka dikenal piawai mengolah ikan laut menjadi berbagai macam makanan tahan lama salah satunya adalah kerupuk.

Ikan tenggiri yang melimpah kala itu diolah menjadi adonan, dicampur dengan bumbu dapur, lalu digoreng hingga mengembang. Dari sinilah lahir camilan yang kini jadi ikon kuliner Kalimantan.

Awalnya, amplang hanya tersedia dalam rasa original dan bentuk silinder kecil. Namun seiring berjalannya waktu, masyarakat lokal mulai melakukan inovasi dalam bentuk, rasa, hingga metode produksinya.

 

Ciri Khas Amplang yang Tak Tergantikan

Camilan ini punya keunikan yang langsung terasa begitu digigit. Teksturnya garing di luar, tapi ringan dan renyah di dalam. Ada aroma khas ikan, tapi tidak amis—justru menggoda dan bikin susah berhenti mengunyah.

Bahan Utama Amplang:

  • Ikan Tenggiri atau Ikan Pipih – Memberi rasa gurih alami
  • Tepung Tapioka – Membuat tekstur kenyal dan mengembang
  • Bawang Putih dan Garam – Untuk sentuhan rasa yang seimbang

Proses pembuatannya pun unik. Adonan digulung kecil seperti silinder atau dibentuk bulat lonjong, lalu digoreng dalam minyak panas hingga mengembang sempurna. Warna amplang yang keemasan menambah daya tarik visualnya.

Kini, tak sedikit produsen yang bereksperimen dengan varian rasa. Ada amplang pedas, amplang keju, bahkan amplang rumput laut. Semuanya tetap mempertahankan rasa ikan sebagai bintang utama.


Dari Dapur Tradisional ke Etalase Digital

Dulu, amplang hanya bisa didapatkan di toko oleh-oleh tradisional. Sekarang, berkat kemajuan teknologi dan semangat wirausaha anak muda Kalimantan, amplang sudah merambah pasar digital.

Menurut data dari Dinas Koperasi dan UKM Kalimantan Timur, penjualan amplang naik sekitar 20% sejak para pelaku usaha aktif menjualnya lewat e-commerce dan media sosial.

Tak hanya soal distribusi, inovasi juga terlihat dari kemasan yang lebih modern, label halal, serta izin edar resmi dari BPOM. Semua ini membuat amplang naik kelas—bukan cuma oleh-oleh kampung halaman, tapi juga camilan nasional.

 


Amplang Sebagai Oleh-Oleh Khas Kalimantan

Setiap daerah di Indonesia punya camilan khas. Kalau di Jogja ada bakpia, di Bandung ada peuyeum, maka Kalimantan punya amplang. Camilan ini kerap diburu wisatawan dan perantau yang mudik ke kampung halaman.

Saat momen Lebaran atau libur panjang, toko oleh-oleh di Samarinda dan Balikpapan bisa kehabisan stok. Amplang menjadi pilihan utama karena:

  • Tidak mudah basi
  • Praktis dibawa
  • Disukai semua umur

Tak jarang, amplang juga dijadikan souvenir resmi oleh instansi pemerintahan, komunitas, dan event pariwisata. Hal ini menunjukkan bahwa amplang bukan hanya enak, tapi juga mewakili identitas daerah.

 

Dampak Ekonomi dan Kearifan Lokal

Di balik camilan sederhana ini, ada ratusan keluarga yang menggantungkan hidup. Mayoritas produsen amplang adalah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjalankan produksi dari dapur rumah.

Pembuatan amplang juga melibatkan banyak tenaga kerja perempuan, terutama ibu rumah tangga. Dari mengolah ikan, mencetak adonan, hingga proses pengemasan, semua dilakukan secara manual.

 

Camilan Renyah, Warisan yang Bernilai

Amplang lebih dari sekadar camilan. Ia adalah simbol ketekunan, adaptasi budaya, dan cita rasa lokal yang berhasil bertahan di tengah gempuran snack modern. Meski sekarang banyak makanan viral bermunculan, amplang tetap punya tempat di hati penikmat kuliner nusantara.

Dan yang paling penting, camilan ini menunjukkan bahwa makanan tradisional Indonesia punya daya saing tinggi jika dikemas dengan baik dan dipasarkan secara tepat.

Jadi, kalau suatu saat kamu mampir ke Kalimantan, pastikan amplang masuk ke dalam daftar oleh-oleh yang wajib dibawa pulang. Karena sekali coba? Ya, kamu tahu jawabannya—susah berhenti!

 

Posting Komentar

Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang