Xpeng X2, Mobil Terbang Futuristik dari China yang Siap Mengudara di Indonesia

Table of Contents
Xpeng X2 Mobil Terbang Futuristik dari China

SERBATAU - Langit Indonesia tak lama lagi akan mulai dipadati oleh inovasi yang selama ini hanya kita lihat dalam film fiksi ilmiah. Xpeng X2, mobil terbang bertenaga listrik buatan China, resmi tampil perdana di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang.

Kehadirannya sontak mencuri perhatian ribuan pengunjung dan pencinta otomotif yang penasaran melihat langsung seperti apa wujud kendaraan masa depan ini.

Dipajang megah di tengah arena, kendaraan eVTOL (electric vertical take-off and landing) ini menjadi daya tarik utama. Tak sekadar pajangan, Xpeng X2 datang sebagai penanda serius bahwa mobilitas udara bukan lagi sebatas konsep.

 

Desain Futuristik dan Spesifikasi yang Tak Main-Main

Xpeng X2 dirancang dengan estetika futuristik: bodinya aerodinamis, berwarna hitam metalik pekat, dan dilengkapi delapan baling-baling (octocopter) yang terletak di bagian atas dan bawah rangka. Tidak ada roda, tidak ada knalpot, hanya kabin transparan untuk dua orang penumpang dan struktur ringan berbahan serat karbon. Semuanya terlihat seolah-olah langsung keluar dari layar film fiksi ilmiah.

Tapi kecanggihannya tak berhenti di tampilan. Mobil terbang ini mampu melaju hingga 130 km/jam dan bertahan di udara selama sekitar 35 menit, dengan jarak tempuh maksimum 40 km. Ideal untuk perjalanan antar titik di kawasan metropolitan seperti Jakarta—Bandung atau pusat kota ke bandara.

Dengan sistem tenaga sepenuhnya listrik, Xpeng X2 juga menawarkan keunggulan nol emisi selama terbang. Artinya, bukan hanya menjanjikan efisiensi mobilitas, tapi juga solusi lingkungan jangka panjang untuk kota-kota yang makin padat dan tercemar.

 

Jejak Internasional & Ribuan Kali Uji Terbang

Sebelum terbang ke Indonesia, Xpeng X2 lebih dulu unjuk gigi di Dubai pada Oktober 2022. Di sana, ia sukses menjalani penerbangan publik pertamanya yang disaksikan langsung oleh 150 orang dari berbagai negara. Aksi tersebut digelar di Skydive Dubai dan langsung mengangkat pamor Xpeng AeroHT sebagai pionir mobil terbang komersial dari China.

Setelah Dubai, giliran langit Beijing menjadi tempat demonstrasi berikutnya. Pada Juni 2024, Xpeng X2 melayang di kawasan ekonomi Bandara Internasional Beijing, menjadi kendaraan terbang sipil pertama yang diizinkan mengudara di area padat tersebut.

Menurut data resmi, mobil terbang ini telah melewati lebih dari 4.000 kali uji coba di berbagai lingkungan: dari area pesisir, pegunungan, hingga padang gurun. Ini membuktikan kestabilan dan keamanannya bukan sekadar klaim promosi.

Strategi Pasar: Harga Masih Mahal, Tapi Arah Sudah Jelas

Xpeng AeroHT, divisi teknologi terbang dari Xpeng Inc., belum mengumumkan harga pasti untuk pasar Indonesia. Namun berdasarkan estimasi awal di China, mobil terbang ini dibanderol di bawah US$300.000 atau sekitar Rp5 miliar. Terdengar fantastis? Ya, tapi perlu diingat—ini bukan mobil biasa, melainkan kendaraan udara pribadi yang sepenuhnya otonom.

Strategi mereka cukup jelas: menargetkan kelas atas terlebih dahulu, lalu menurunkan harga seiring skala produksi massal yang direncanakan berlangsung pada 2024–2026. Tak menutup kemungkinan, harga Xpeng X2 bisa turun drastis seperti halnya mobil listrik yang dulunya juga dianggap terlalu mahal.

Salah satu fitur yang banyak disorot adalah tombol “one-touch flight mode”. Cukup tekan satu tombol, sistem akan mengatur transisi dari posisi darat ke mode terbang hanya dalam beberapa menit. Selain itu, tersedia kendaraan darat pendukung beroda enam yang berfungsi sebagai stasiun pengisi daya mobile. Ini memungkinkan X2 terbang hingga enam kali dalam satu siklus pengisian daya penuh.

 

Masa Depan Mobilitas Udara: Antara Mimpi dan Kenyataan

Dengan makin padatnya jalanan dan kemacetan yang menjadi makanan harian warga kota, gagasan mobil terbang bukan lagi sekadar mimpi. Teknologi ini hadir sebagai jawaban konkret atas krisis ruang dan waktu di wilayah urban.

China, sebagai negara asal Xpeng X2, jelas ingin menunjukkan kepemimpinan dalam era baru transportasi ini. Sementara itu, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lanskap geografis kompleks punya peluang besar untuk mengadopsi mobilitas udara lebih cepat dari negara lain.

Tentu, banyak hal yang masih harus dikaji: dari regulasi, sertifikasi penerbangan, keamanan, hingga kesiapan infrastruktur. Tapi satu hal pasti, roda sudah berputar, dan sayap pun kini ikut mengepak.

 

Ketika Masa Depan Datang dari Langit

Kehadiran Xpeng X2 di GIIAS 2025 bukan sekadar demo teknologi. Ini adalah sinyal bahwa masa depan sudah datang, dan bentuknya bukan sekadar mobil dengan layar sentuh, tapi kendaraan yang bisa membawa kita langsung ke udara.

Mobil terbang buatan China ini menunjukkan bahwa revolusi transportasi benar-benar terjadi dan Indonesia tak lagi hanya jadi penonton.

Bila semua berjalan sesuai rencana, bukan tak mungkin beberapa tahun dari sekarang kita menyapa rekan kerja bukan di jalan tol, tapi di udara. Dari kemacetan ke ketinggian, dari jalan raya ke langit kota.

Dan ketika itu terjadi, Xpeng X2 akan dikenang sebagai pelopornya.

Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang