Hindari Kelelahan! Ini Tips Nyaman Naik Motor Saat Cuaca Terik
SERBATAU – Musim kemarau mulai menguasai sebagian besar
wilayah Indonesia. Suhu siang hari di kota-kota besar seperti Jakarta,
Surabaya, dan Makassar bisa mencapai 35 hingga 37°C. Bagi pengendara motor,
kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Keringat mudah bercucuran,
kulit terbakar, dan tubuh cepat lelah.
Namun,
bukan berarti aktivitas harus berhenti. Dengan beberapa tips sederhana,
berkendara saat cuaca panas tetap bisa nyaman dan aman.
1. Pilih Pakaian yang Tepat, Bukan Asal Tipis
Banyak
yang berpikir makin tipis pakaian, makin adem. Padahal, justru sebaliknya.
Pakaian yang terlalu terbuka membuat kulit langsung terpapar sinar UV.
Solusinya? Gunakan jaket berbahan mesh yang punya sirkulasi udara baik, dan
tetap melindungi kulit dari sengatan matahari.
Pilih
warna-warna terang agar panas tak cepat terserap. Jangan lupa gunakan buff atau
arm sleeve sebagai perlindungan tambahan.
2. Sunscreen: Bukan Cuma Buat ke Pantai
Kulit
wajah dan tangan jadi korban utama panas terik saat naik motor. Maka, sunscreen
jadi pelindung wajib, bukan sekadar kosmetik. Gunakan produk dengan SPF minimal
30 dan tahan air agar tetap efektif meski keringatan.
Menurut
data Kementerian Kesehatan RI, paparan sinar UV secara terus-menerus bisa
meningkatkan risiko kanker kulit hingga 40 persen, terutama bagi yang sering
berkendara siang hari.
3. Jangan Abaikan Minum Air
Dehidrasi
bisa datang tanpa disadari. Gejalanya? Pusing, lemas, hingga pandangan kabur.
Hal yang sangat berbahaya saat kamu berada di jalan raya.
Untuk
itu, biasakan membawa air minum dalam botol kecil yang bisa masuk ke dalam tas
atau boks motor. Minumlah meski tidak merasa haus. Beberapa teguk setiap 30–45
menit bisa menjaga kondisi tubuh tetap prima.
4. Helm Full Face? Pastikan Ada Ventilasinya
Banyak
pengendara memilih helm full face untuk keamanan maksimal. Tapi saat cuaca
panas, tanpa ventilasi memadai, kepala bisa jadi seperti oven berjalan.
Pastikan helm memiliki sirkulasi udara cukup, agar tidak gerah di dalamnya.
Hindari
warna gelap karena menyerap panas lebih cepat. Jangan lupa membersihkan bagian
dalam helm secara berkala agar tetap higienis dan tidak bau keringat.
5. Cek Tekanan Ban, Oli, dan Pendinginan Mesin
Suhu
tinggi bisa memengaruhi tekanan udara dalam ban. Ban yang terlalu keras mudah
kehilangan traksi, sedangkan yang terlalu lembek cepat aus.
Periksa
tekanan sesuai standar pabrikan sebelum berangkat. Jika motor Anda menggunakan
sistem pendingin cairan, pastikan volume radiator cukup. Begitu juga dengan oli,
pastikan tidak menghitam atau kental berlebihan karena kerja mesin lebih berat
di cuaca panas.
6. Pilih Jam Aman Berkendara
Kalau
memungkinkan, hindari perjalanan antara pukul 11.00 hingga 14.00. Di jam-jam
ini, sinar matahari sedang “galak-galaknya”. Selain bikin cepat lelah, risiko
kulit terbakar juga makin tinggi.
Jika
memang harus pergi di jam tersebut, cari rute dengan banyak pohon atau jalur
alternatif yang tidak terlalu terbuka. Atau, sempatkan istirahat setiap 30–45
menit untuk mendinginkan tubuh.
7. Kenali Batas Tubuh, Jangan Paksakan
Kadang,
saking fokusnya ingin cepat sampai tujuan, kita lupa bahwa tubuh juga butuh
jeda. Bila terasa mulai mengantuk, lelah, atau mata terasa panas, berhentilah
sejenak. Cari tempat teduh, minum air, dan tarik napas panjang.
Berkendara
itu bukan lomba cepat-cepat sampai, tapi soal bagaimana bisa sampai dengan
selamat.
Berkendara Nyaman Bukan Sekadar Soal Motor
Cuaca
panas memang tidak bisa dihindari, apalagi di negara tropis seperti Indonesia.
Tapi kamu bisa menghindari risiko kelelahan dan dehidrasi dengan persiapan yang
tepat. Mulai dari pemilihan pakaian, konsumsi air, sunscreen, hingga pengecekan
teknis motor adalah langkah kecil yang dampaknya besar.
Jangan
anggap remeh panas terik. Karena di balik terik siang hari, ada tanggung jawab
untuk tetap menjaga keselamatan, baik untuk diri sendiri maupun pengguna jalan
lain.