Tips Menjaga Tubuh Tetap Hangat Saat Cuaca Dingin
SERBATAU
- Saat suhu turun drastis dan udara dingin menusuk
hingga tulang, banyak dari kita mengalami gejala kedinginan: menggigil, risiko
flu meningkat, dan badan cepat lelah. Salah satu cara paling sederhana tapi
sering terlewat adalah menjaga tubuh tetap hangat. Disini akan memberikan lebih
dari sembilan tips sehat untuk menghadapi cuaca dingin baik saat musim hujan,
kemarau “bediding”, atau ekstrem lokal dengan gaya santai namun berbasis data.
Siapa,
Kapan, dan Kenapa Harus Peduli?
Cuaca
dingin bisa datang kapan pun, tanpa permisi. Bisa saat hujan deras sepanjang
hari, atau kemarau ekstrem di daerah pegunungan. Tak hanya bikin sendirian
menggigil, suhu rendah juga meningkatkan risiko flu, hipotermia, dan
menurunkan daya tahan tubuh, terutama bagi:
- Anak-anak dan
lansia
- Ibu hamil
- Pekerja
outdoor atau pelajar perjalanan
- Pengidap penyakit
kronis semacam ISPA ataupun asma
Mengetahui
tips yang benar untuk tetap hangat dan sehat jadi sangat penting—bukan cuma
soal nyaman, tapi juga mencegah penyakit.
1.
Pakaian Berlapis (Layering) – Prinsip 3+ Lapisan
Lapisan
bukan cuma gaya, tapi strategi. RRI menyarankan prinsip tiga lapis:
- Lapisan basis: kain yang mampu menyerap keringat (contoh: kaos
sintetis atau merino wool).
- Lapisan
isolasi: fleece atau
sweater hangat.
- Lapisan
pelindung luar: jaket tahan
angin/hujan.
Tambahan
kaus kaki tebal, syal, sarung tangan, dan topi juga penting—karena kepala dan
tangan adalah posisi utama kehilangan panas tubuh
2.
Makanan & Minuman Hangat
Konsumsi
makanan hangat tinggi kalori, seperti sup ayam atau bubur, membantu tubuh
mempertahankan suhu. Makanan pedas, seperti kari atau sambal, dapat memicu
peningkatan metabolisme dan rasa hangat tubuh .
Minuman hangat seperti teh jahe, susu panas, atau wedang dipanaskan juga
efektif membuat panas dari dalam. Jahe, khususnya, memiliki senyawa gingerol
yang merangsang termogenesis, proses pembakaran kalori menghasilkan panas
3.
Penuhi Asupan Zat Besi dan Vitamin B12
Kurangnya
zat besi dan B12 membuat suplai oksigen ke otot menurun, sehingga tubuh lebih
mudah terasa dingin. Konsumsi makanan kaya zat
besi semacam daging merah, sayuran hijau, serta hati sangat disarankan.
4.
Olahraga Ringan Rutin – 30 Menit Per Hari
Berolahraga ringan
kayak jogging, push-up, jumping jacks, atau bahkan senam kecil bisa tingkatkan
sirkulasi darah serta produksi panas tubuh. Dianjurkan
tetap olahraga di dalam ruangan apabila udara sangat dingin.
5.
Pemanasan Sebelum Aktivitas
Cuaca
dingin memerlukan proses pemanasan yang lebih lama. Peregangan dinamis seperti
lunges, arm circles, dan leg swings membantu otot siap beraktivitas tanpa
risiko cedera
6.
Tetap Kering – Hindari Basah dan Lembap
Pakaian
lembap bikin tubuh cepat kehilangan panas. Ganti segera jika basah atau
berkeringat, dan gunakan bahan sintetis yang cepat kering.
7.
Hidrasi Cukup & Hindari Alkohol/Kafein Berlebih
Dalam
cuaca dingin pun tubuh tetap memerlukan cairan. Air
putih hangat, teh herbal, ataupun kopi hangat disarankan. Hindari alkohol dan kafein berlebihan sebab bisa
mempercepat kehilangan panas.
8.
Mandi atau Berendam Air Hangat
Mandi ataupun
berendam dengan air hangat bisa menaikkan suhu inti tubuh serta meningkatkan
sirkulasi darah. Selain itu, mandi
hangat menjelang tidur juga membantu relaksasi otot .
9.
Teknik Pernapasan & Meditasi
Teknik
pernapasan seperti vase breathing atau g‑tummo, yang dapat meningkatkan suhu
tubuh internal, terbukti efektif dalam beberapa studi . Ini alternatif bagus
jika aktivitas fisik terbatas.
10.
Jaga Asupan Suplemen & Nutrisi Tambahan
Disaat
cuaca ekstrem, konsumsi vitamin ideal—seperti vit D, C, serta zinc—meningkatkan
daya tahan tubuh. Penuhi makanan bergizi atau tambahkan suplemen sesuai
kebutuhan.
11.
Kendalikan Stres & Jaga Kesehatan Mental
Cuaca
dingin dapat mempengaruhi mood dan kesehatan mental, entah rasa lesu atau
stres. Meditasi ringan, membaca, atau mendengarkan musik bisa meredakan stres
dan bantu tubuh tetap optimal merespon temperatur rendah.
Fakta
& Riset Pendukung
- Hipotermia
terjadi saat suhu inti <35 °C—dapat dicegah dengan pakaian tepat dan
aktivitas ringan
- Termogenesis
jahe: gingerol merangsang metabolisme dan produksi panas tubuh
- Pernapasan
teknik khusus juga terbukti meningkatkan suhu inti hingga beberapa derajat
Tubuh
yang hangat di cuaca dingin bukan cuma soal “nyaman”, tapi juga terkait
imunitas dan kesehatan jangka panjang. Gabungan pakaian yang tepat, konsumsi
makanan hangat, hidrasi cukup, olahraga, dan teknik relaksasi jadi strategi
efektif agar tubuh tetap stabil dan terlindungi.