Teknik Ngerem Motor Matic di Turunan Tajam, Biar Aman dan Nggak Blong

Table of Contents
Teknik Ngerem Motor Matic di Turunan Tajam, Biar Aman dan Nggak Blong

SERBATAU - Motor matic memang gampang dikendarai, tapi begitu ketemu turunan curam, cerita bisa beda. Salah ngerem dikit, risikonya bisa fatal mulai dari rem panas, motor sulit dikontrol, sampai yang paling ditakuti: rem blong.

Ngerem motor matic di turunan tajam itu nggak bisa asal tarik tuas. Harus ada teknik, feeling, dan tentu saja kondisi rem yang sehat. Banyak kasus kecelakaan di daerah pegunungan atau tanjakan-turunan ekstrem justru disebabkan karena teknik pengereman yang salah.

Jadi, gimana sih cara yang benar biar tetap aman di jalan menurun? Yuk, simak langkah-langkahnya berikut ini.

 

Mengapa Rem di Turunan Butuh Teknik Khusus?

Berbeda dengan motor kopling, skutik tidak punya engine brake sekuat itu. Artinya, saat kamu lepas gas, motor tetap meluncur tanpa ada efek “menahan laju” dari mesin.

Inilah sebabnya, saat kamu hanya mengandalkan rem saat turun, sistem pengereman jadi bekerja ekstra. Kalau ditekan terus-terusan, rem bisa overheat. Dan kalau sudah panas banget? Cengkeraman melemah, laju motor jadi sulit dihentikan.

Menurut data dari Direktorat Lalu Lintas Korlantas Polri, sekitar 23% kecelakaan kendaraan roda dua di jalur menurun terjadi akibat kegagalan rem, baik karena blong maupun kampas habis.

 

6 Teknik Aman Ngerem Motor Matic di Turunan Tajam

1. Gunakan Dua Jari dan Hindari Rem Mendadak

Kunci utama ngerem di turunan itu bukan seberapa kuat narik tuas rem, tapi seberapa halus kamu mengontrolnya. Gunakan dua jari untuk rem depan dan lakukan secara bertahap.

Kebanyakan pengendara justru panik dan tarik rem depan dalam-dalam. Ini bahaya, apalagi kalau kondisi jalan licin. Tuas rem yang ditekan terlalu keras bisa bikin ban depan ngunci. Akibatnya, motor bisa selip dan kehilangan kendali.

 

2. Prioritaskan Rem Belakang

Rem belakang di motor matik punya peran besar di jalan menurun. Gunakan rem belakang sebagai pengontrol utama laju, sedangkan rem depan hanya bantu menahan.

Tekanan yang seimbang antara dua rem akan bikin pengereman lebih stabil dan motor nggak mudah goyang.

 

3. Gunakan Teknik Rem-Lepas-Rem (Pulsing)

Kampas rem bisa panas kalau kamu tekan rem terus-terusan, terutama saat menuruni turunan panjang. Nah, teknik yang disarankan adalah pulsing, yaitu ngerem secara berkala: rem beberapa detik, lepas, lalu rem lagi.

Dengan teknik ini, suhu rem tetap terjaga dan kamu bisa tetap mengontrol motor secara halus.

4. Manfaatkan Engine Brake

Meski motor matic nggak punya gigi manual, engine brake tetap bisa dimaksimalkan. Caranya cukup mudah: lepas gas sepenuhnya dan biarkan motor meluncur dengan perlambatan alami dari mesin.

Mesin yang nggak lagi “menggerakkan” akan memberi efek menahan laju, meski tidak sekuat motor bebek atau sport.

 

5. Posisi Tubuh yang Tepat

Saat turun, pusat gravitasi motor berubah. Usahakan posisi duduk sedikit ke belakang, jangan terlalu condong ke depan. Ini membantu menjaga keseimbangan dan membuat ban depan nggak terlalu terbebani.

Tubuh rileks, pandangan jauh ke depan, dan jangan terpaku hanya di jalan tepat di depan ban.

 

6. Rutin Cek Sistem Rem

Teknik boleh oke, tapi kalau rem kamu bermasalah, tetap berbahaya. Pastikan kampas rem belum aus, minyak rem cukup, dan tidak ada kebocoran di sistem.

Lakukan servis rutin tiap 2.000–3.000 km, terutama jika kamu sering melewati jalur menurun atau turunan curam.

 

Tips Tambahan Saat Menuruni Jalan Licin

Kalau turunan ditambah hujan? Wah, harus lebih ekstra hati-hati. Berikut beberapa tips tambahan yang bisa kamu ikuti:

  • Jangan terlalu dekat dengan kendaraan di depan. Jaga jarak aman.
  • Gunakan jalur tengah, hindari pinggir jalan yang banyak pasir atau lumpur.
  • Hindari marka jalan atau cat putih, karena licin saat basah.
  • Kalau perlu, berhenti sejenak dan biarkan rem dingin sebelum lanjut turunan berikutnya.

 

Teknik Lebih Penting dari Sekadar Tarikan Rem

Ngerem motor matic di turunan tajam itu soal pengendalian, bukan keberanian. Rem bukan sekadar alat berhenti, tapi bagian dari kontrol penuh atas kendaraan kamu.

Pahami tekniknya, kenali kondisi jalan, dan pastikan motor dalam kondisi prima. Dengan begitu, kamu bisa tetap aman, nyaman, dan terhindar dari risiko rem blong.

Ingat, safety itu bukan gaya, tapi kebutuhan. Jadi, yuk praktikkan teknik ini setiap kali turun gunung atau lewati jalan curam. Jangan sampai motor malah jadi bikin deg-degan, ya!

 

Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang