Strategi Jualan Ala Brand Besar: Main di Warna-Warna Ini!
Warna-Warna yang
Ampuh Buat Tingkatkan Penjualan, Kamu Udah Coba?
SERBA TAU - Pernah nggak sih kamu masuk ke toko, lihat warna merah
mencolok di spanduk “SALE”, terus tiba-tiba ngerasa pengin beli padahal nggak
niat belanja?
Yup, itulah kekuatan
warna. Dalam dunia marketing, warna bukan cuma soal estetika. Mereka bisa
memengaruhi emosi, keputusan, bahkan bikin orang langsung ambil dompet.
Nah, buat kamu yang
punya bisnis—baik online shop, brand lokal, atau lagi rintis usaha
kecil-kecilan—memahami makna warna bisa bantu ningkatin penjualan loh!
1. Warna Bukan Cuma
Biar Cakep, Tapi Strategi Serius
Desain kemasan, banner
promosi, sampai tone warna di feed Instagram itu nggak bisa asal pilih.
Warna bisa menciptakan suasana, membentuk kesan brand, bahkan bikin orang
ngerasa “klik” atau justru ilfeel.
Nggak percaya? Coba cek
brand-brand besar.
McDonald’s main di warna merah dan kuning—cepat, ceria, bikin lapar.
Sementara Apple? Serba putih dan hitam—minimalis, elegan, premium.
Jadi, bukan soal “warna favorit” ya. Tapi soal apa yang ingin kamu sampaikan ke konsumenmu.
2. Efek Psikologis
Setiap Warna yang Wajib Kamu Tahu
Kalau kamu bingung mulai
dari mana, kenalan dulu yuk sama efek warna berikut:
- Merah
Kesan: Urgensi, berani, agresif
Cocok buat: Promo, diskon, CTA (call to action)
→ Warna ini bikin orang langsung ngerem, mikir, terus buru-buru beli!
- Biru
Kesan: Percaya, aman, profesional
Cocok buat: Produk jasa, teknologi, bisnis formal
→ Banyak dipakai bank dan startup—karena bikin konsumen ngerasa nyaman.
- Kuning
Kesan: Ceria, optimis, menarik perhatian
Cocok buat: Promosi produk anak, event, konten viral
→ Tapi jangan over ya, bisa bikin mata capek!
- Hijau
Kesan: Natural, segar, damai
Cocok buat: Produk organik, makanan sehat, eco-friendly
→ Warna hijau tuh “ngademin” mata—pas banget buat branding yang menenangkan.
- Hitam
Kesan: Mewah, elegan, misterius
Cocok buat: Produk fashion, luxury item
→ Warna ini bisa bikin barang terkesan mahal, padahal nggak juga.
3. Brand Besar Aja
Main Warna, Masa Kamu Nggak?
Bukan rahasia lagi kalau brand besar punya tim khusus buat urus “warna”. Mereka pakai color psychology biar pesan brand nyampe tanpa harus banyak ngomong.
Contohnya:
- Coca-Cola → merah dominan,
menggugah emosi, branding fun dan energik
- Tokopedia → hijau,
menggambarkan pertumbuhan dan kesejukan
- Shopee → oranye, gabungan semangat dan friendliness
Kalau mereka aja serius
soal warna, kamu juga bisa dong?
4. Tips Pilih Warna
Buat Bisnis Kamu
Kamu nggak harus jago desain buat mulai. Coba ikuti tips ini:
- Sesuaikan warna
dengan target market
Jualan skincare? Coba tone pastel.
Jualan sepatu olahraga? Main di warna dinamis kayak biru atau merah
- Gunakan maksimal 2–3
warna utama biar brand kamu konsisten
Terlalu banyak warna bikin branding jadi nggak fokus.
- Perhatikan kontras
dan readability
Jangan sampai warna font sama background “tabrakan” dan bikin orang males baca.
5. Visual Branding
Bisa Jadi Pembeda
Ingat, warna itu bagian
dari identitas brand. Ketika orang lihat konten kamu, mereka harus langsung
bisa bilang: “Oh ini pasti dari brand A!”
Konsistensi warna di
packaging, feed, dan promosi bikin brand kamu kelihatan profesional dan
terpercaya. Bahkan sebelum mereka baca teks atau tahu produknya, warna udah
ngomong duluan.
Jadi, Warna Apa yang
Kamu Mau Mainkan?
Di balik visual yang
estetik, ada strategi kuat yang bisa mengubah viewer jadi buyer. Warna bisa
jadi senjata ampuh buat ningkatin penjualan, asal kamu tahu cara mainnya.
Mulai dari sekarang,
jangan cuma pilih warna karena “bagus” ya. Pilih karena dia bisa ngomong
sesuatu ke target kamu.