Sepeda Gravel vs Road Bike: Mirip di Luar, Beda Total di Jalan!
SERBATAU
- Kalau kamu baru terjun ke dunia gowes, lalu bingung
milih antara sepeda gravel dan road bike, percayalah kamu nggak
sendirian. Banyak pesepeda pemula (bahkan yang udah pengalaman sekalipun)
awalnya sulit membedakan dua jenis sepeda ini. Maklum, tampangnya memang
sekilas serupa: rangka ramping, ban gede, drop bar yang khas, dan aura sporty.
Tapi tunggu dulu… kelihatannya boleh sama, tapi fungsinya? Jauh banget beda!
Nah, supaya kamu
tidak salah pilih dan malah nyesel di kemudian hari, ayo kita bedah
perbandingan mendasar sepeda gravel dan road bike satu per satu. Siap?
Apa Itu Sepeda Gravel dan Road Bike?
Sebelum
masuk ke perbedaan teknis, penting juga nih buat tahu pengertian dasarnya.
- Sepeda gravel merupakan sepeda
serba bisa yang dirancang buat menaklukkan bermacam medan—aspal, kerikil,
tanah, terlebih lagi jalur off-road ringan. Gravel bike cocok banget buat kamu
yang doyan eksplorasi serta pengin sepeda yang fleksibel buat touring,
commuting, apalagi bikepacking.
- Road bike, sesuai namanya, adalah sepeda yang didesain
khusus untuk jalan raya. Fokus utamanya adalah kecepatan, efisiensi, dan
performa maksimal di permukaan aspal yang mulus.
Dari
definisinya aja, udah kelihatan perbedaannya, kan? Tapi tenang, kita bahas
lebih dalam di poin-poin berikut ini.
1. Desain Frame: Gravel Lebih Adaptif, Road Lebih
Ringkas
Yang
pertama bisa kamu lihat langsung dari desain rangkanya. Gravel bike cenderung
punya bentuk frame yang kokoh, dengan wheel clearance lebih besar, dan banyak
lubang mounting tambahan. Mau pasang rak belakang,
bottle cage ekstra, atau frame bag buat touring? Semua bisa. Bahkan, beberapa brand udah ngasih opsi fender dan mudguard
langsung dari pabrik.
Sementara
itu, road bike punya desain frame yang ramping, ringan, dan aerodinamis. Tidak
banyak aksesori tambahan karena memang tujuannya simpel: melaju sekencang
mungkin di aspal.
Pro
tip: Kalau kamu tipe petualang yang suka menempuh rute tak terduga, gravel bike
jelas lebih unggul dari segi fleksibilitas.
2. Ukuran Ban: Gravel Lebih Tebal, Road Lebih Tipis
Ban
jadi pembeda paling mencolok. Gravel bike pakai ban
lebar kisaran 38 mm sampai 50 mm dengan pattern kasar (tread). Tujuannya? Supaya tetap stabil dan punya grip bagus di medan
tak rata, seperti tanah, batu, atau kerikil.
Sebaliknya,
road bike memakai ban tipis sekitar 25–28 mm, dengan permukaan halus dan
tekanan tinggi. Ban ini dirancang untuk minim hambatan, sehingga kecepatan bisa
maksimal di jalanan kota.
Kalau
sering gowes di jalan kombinasi—aspal, trotoar, hingga tanah taman—ban lebar
gravel jauh lebih nyaman.
3. Handlebar: Serupa Tapi Tak Sama
Baik gravel ataupun
road bike memakai drop bar, yakni stang dengan lekukan khas. Tapi gravel bike punya flare bar, yaitu ujung stang
yang melebar ke luar. Model ini bikin pegangan tangan lebih stabil dan posisi
tubuh lebih seimbang saat melewati medan bergelombang.
Drop bar road bike
lebih sempit serta agresif, fokus pada aerodinamika. Ini membuat posisi tubuh lebih menunduk, cocok buat
balapan atau latihan kecepatan.
Jika
kamu mudah pegal atau lebih suka posisi santai, handlebar gravel akan terasa
lebih ramah buat tangan serta punggung.
4. Sistem Drivetrain: Simpel vs Banyak Pilihan
Ini
salah satu hal yang sering nggak disadari pemula, sistem gigi alias drivetrain.
Gravel
bike sekarang makin populer dengan sistem 1x drivetrain, alias hanya satu
chainring di depan dan 10–12 speed di belakang. Lebih sederhana, minim risiko
rantai nyangkut, dan cukup buat naik-turun jalur campuran.
Road
bike lebih umum pakai 2x drivetrain, dengan 2 chainring depan dan 11–12 speed
belakang. Ini memberi kombinasi gear yang luas, cocok untuk tanjakan panjang
dan kecepatan tinggi.
5. Posisi Berkendara: Nyaman vs Ngebut
Gravel
bike punya geometri rangka yang lebih relaks, artinya posisi duduk cenderung
lebih tegak. Ini bikin kamu lebih nyaman, apalagi kalau gowes jarak jauh atau
touring berhari-hari. Beberapa model bahkan punya suspensi mikro atau seatpost
fleksibel untuk menyerap getaran.
Sementara
itu, road bike bikin kamu cenderung lebih menunduk. Posisi ini cocok buat
meningkatkan kecepatan dan efisiensi tenaga. Tapi, buat pemula, bisa bikin
cepat pegal kalau belum terbiasa.
6. Medan dan Kegunaan Sehari-Hari
Nah,
ini dia poin krusial buat kamu yang masih galau.
- Gravel bike bisa kamu ajak ke mana saja. Jalan rusak? Aman.
Trotoar? Masih oke. Jalan setapak? Hayuk! Gravel bike adalah tipe sepeda
serba bisa. Mau dipakai harian ke kantor atau touring ke luar kota pun
siap.
- Road bike lebih cocok buat
jalanan mulus, entah itu jalan raya ataupun lintasan khusus balap. Tapi kalau ketemu jalan rusak atau lubang
sedikit aja, siap-siap guncangan maksimal.
Dalam
hal daya jelajah dan kenyamanan, gravel bike lebih fleksibel. Tapi kalau kamu
tinggal di kota besar dengan jalanan rata dan suka speed, road bike tetap
idola.
7. Harga & Ketersediaan di Indonesia
Bicara
harga, keduanya punya rentang yang cukup luas, tergantung merek dan
spesifikasi.
- Entry-level
gravel bike biasanya mulai dari Rp7–9 jutaan, sedangkan yang mid-end bisa
di angka Rp15–20 juta.
- Road bike entry-level
bisa lebih murah, mulai Rp5 jutaan, tetapi model buat lomba dapat tembus
Rp50 juta ke atas.
Untuk
pasar Indonesia sendiri, gravel bike memang mulai booming dalam beberapa tahun
terakhir, meski road bike masih jadi primadona buat yang doyan ikut event balap
dan komunitas.
Jadi, Sepeda Mana yang Cocok untuk Kamu?
Setelah tahu
seluruh perbedaannya, kini saatnya kamu menentukan pilihan.
- Kalau kamu
suka petualangan, jalanan tak terduga, gowes santai tapi jauh, atau bahkan
suka camping sambil gowes—pilih gravel bike.
- Kalau kamu
suka kecepatan, tinggal di kota besar dengan jalan mulus, atau pengen ikut
event balap dan latihan endurance—road bike jawabannya.
Yang
paling penting adalah sesuaikan dengan gaya hidup dan kebutuhanmu. Nggak ada
yang salah, karena pada akhirnya, sepeda terbaik adalah yang bisa bikin kamu
semangat terus mengayuh.