Sekolah Rakyat Resmi Dimulai 14 Juli 2025, Inilah Tujuan dan Tantangannya

Table of Contents
Sekolah Rakyat Resmi Dibuka

SERBATAU – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Sosial resmi memulai program Sekolah Rakyat hari ini. Sebanyak 100 titik sekolah rintisan dibuka serentak di berbagai daerah, menandai langkah awal untuk memberikan akses pendidikan berkualitas dan gratis kepada anak-anak dari keluarga miskin ekstrem (desil 1–2 dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial/Nasional atau DTSEN).

Dengan jumlah awal sebanyak 9.755 siswa, Sekolah Rakyat diharapkan jadi solusi konkret dalam mengurangi ketimpangan pendidikan, terutama di daerah tertinggal. Program ini diprakarsai langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan mendapat dukungan penuh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta mitra swasta.


Apa Itu Sekolah Rakyat?

Sekolah Rakyat merupakan lembaga pendidikan formal berasrama yang dirancang guna menampung anak-anak dari keluarga miskin. Program ini mengusung konsep boarding school dengan kurikulum kolaboratif antara Kementerian Sosial, Kemendikbudristek, dan Kemenag.

Berbeda dari sekolah umum, pendaftaran Sekolah Rakyat tidak memerlukan tes akademik. Calon siswa hanya menjalani proses verifikasi sosial dan pemeriksaan kesehatan. Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan, "Tidak ada siswa yang ditolak. Jika ada kendala kesehatan, maka ditangani terlebih dahulu."


Awal Persiapan dan Proses Seleksi

Program ini mulai digagas sejak Maret 2025. Tim dari Direktorat Jenderal Sosial dan Perlindungan (Sospan) bersama Pemda setempat mengidentifikasi lebih dari 200 lokasi potensial. Sebanyak 41 aset milik Kementerian Sosial direvitalisasi menjadi ruang belajar, asrama, serta fasilitas pendukung lainnya.

Hingga awal Juli, pembangunan fisik sudah mencapai 83% dan siap digunakan. Biaya rehabilitasi ditaksir mencapai Rp1–1,5 triliun, dilaksanakan oleh Kementerian PUPR.

Untuk seleksi siswa, pemerintah mengandalkan data DTSEN dan pendekatan sosial berbasis komunitas. Calon siswa tidak diminta nilai rapor atau hasil ujian, melainkan diverifikasi kelayakannya berdasarkan latar belakang ekonomi dan kondisi kesehatan.


Siapa yang Bisa Masuk Sekolah Rakyat?

Syarat Utama

  • Anak dari keluarga desil 1–2 (miskin ekstrem dan miskin)
  • Tidak sedang sekolah di lembaga pendidikan formal lainnya
  • Bersedia tinggal di asrama penuh
  • Lulus pemeriksaan kesehatan dan bebas penyakit menular

Jumlah dan Distribusi

Pada tahap pertama, Sekolah Rakyat membuka 395 rombongan belajar (kelas) di jenjang SD, SMP, dan SMA. Target awal 9.755 siswa akan terus bertambah hingga mencapai 20.000 siswa di gelombang berikutnya.


Siapkah Guru dan Kurikulum?

Guru dan Kepala Sekolah

Pada Juni 2025, Kementerian Sosial merekrut 1.554 guru dan 53 kepala sekolah untuk 100 lokasi rintisan. Total tenaga pendidik serta kependidikan mencapai 3.390 orang. Para guru mengikuti pembekalan daring dari Poltekesos Bandung dan bimbingan intensif dari berbagai mitra akademik.

Kurikulum Terintegrasi

Kurikulum Sekolah Rakyat dibagi menjadi tiga pilar:

  1. Muatan Nasional: sesuai standar Kemendikbudristek
  2. Muatan Lokal: sesuai potensi daerah dan budaya setempat
  3. Pembinaan Asrama: mencakup karakter, kepemimpinan, STEM, life skill, spiritualitas, dan cinta tanah air

Kurikulum ini bersifat fleksibel (multi-entry-exit) dan mengakomodasi keberagaman kemampuan siswa.


Apa Bedanya dengan Sekolah Umum?

Sekolah Rakyat memiliki perbedaan mencolok dari sistem pendidikan biasa:

  • Gratis 100%: mencakup pendidikan, makanan, buku, seragam, hingga asrama
  • Tanpa Tes Akademik: penerimaan berdasarkan kondisi sosial dan kesehatan
  • Fokus Boarding School: penekanan pada karakter dan keterampilan hidup
  • Fasilitas Lengkap: laboratorium, lapangan olahraga, layanan kesehatan, dan dukungan gizi


Agenda Hari Pertama

Hari pertama pembukaan sekolah diisi dengan:

  • Pemeriksaan kesehatan siswa dan guru
  • Pengenalan kurikulum dan jadwal harian
  • Masa orientasi dan adaptasi sistem boarding
  • Pembekalan motivasi dari Presiden Prabowo (terpusat dan disiarkan daring)

Dampak dan Tantangan

Potensi Dampak Positif

  • Meningkatkan angka partisipasi sekolah di kelompok miskin ekstrem
  • Membangun SDM yang unggul dan berdaya saing sejak usia dini
  • Mengurangi beban keluarga miskin dalam mengakses pendidikan berkualitas

Tantangan yang Dihadapi

  • Distribusi guru ke daerah terpencil
  • Kesiapan fasilitas untuk anak berkebutuhan khusus
  • Pengawasan mutu secara konsisten


Evaluasi dan Masa Depan Sekolah Rakyat

Pemerintah akan mengevaluasi program ini secara berkala. Indikator utama mencakup:

  • Capaian akademik dan perkembangan karakter siswa
  • Tingkat kelulusan serta transisi ke jenjang pendidikan selanjutnya
  • Efektivitas biaya operasional per siswa
  • Kepuasan orang tua dan masyarakat

Direncanakan, hingga akhir 2025, Sekolah Rakyat bakal diperluas ke 200 titik, dengan dukungan dari swasta, perguruan tinggi, serta pemerintah daerah.


Sekolah Rakyat adalah jawaban pemerintah atas kesenjangan pendidikan yang telah lama menjadi masalah struktural. Dengan konsep boarding school free serta pendekatan sosial, program ini menawarkan harapan baru untuk anak-anak dari keluarga termiskin supaya dapat menggapai masa depan lebih baik.

Namun, kesuksesannya sangat bergantung pada implementasi yang konsisten, pengawasan berkelanjutan, dan sinergi lintas sektor. Bila semua berjalan sesuai rencana, Sekolah Rakyat bisa menjadi model pendidikan inklusif yang patut dicontoh di masa depan.


Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang