Jangan Nekat! Risiko Mobil Menerjang Banjir yang Sering Diremehkan

Table of Contents
Risiko Mobil Menerjang Banjir

SERBATAU - Musim hujan di Indonesia memang sering datang tanpa kompromi. Beberapa ruas jalan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung pun rawan tergenang air, bahkan dalam hitungan menit.

Di tengah kondisi itu, banyak pengendara mobil yang tetap memaksa menerobos banjir. Entah karena tergesa-gesa atau merasa mobilnya masih sanggup. Padahal, keputusan itu bisa berujung pada kerusakan parah hingga risiko kecelakaan.

 

Bahaya Fatal Mobil Dipaksa Terobos Banjir

Sekilas, air banjir memang tampak seperti genangan biasa. Tapi jangan salah. Ada sederet risiko serius yang mengintai setiap kendaraan yang nekat melaju di jalan tergenang air.

 

1. Water Hammer: Musuh Utama Mesin

Inilah risiko paling ditakuti saat mobil menerobos banjir. Pada saat air berhasil masuk ke dalam ruang bakar mesin, piston tidak dapat lagi memampatkan udara seperti biasa. Hasilnya? Tekanan air justru mendorong komponen mesin dari arah berlawanan dan bisa menyebabkan kerusakan total.

Akibat dari water hammer ini tidak main-main. Piston dapat bengkok, stang piston patah, sampai crankcase jebol. Mesin pun mogok dan kemungkinan besar perlu turun mesin. Biaya perbaikan? Bisa menyentuh angka belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung jenis mobilnya.

 

2. Risiko Sistem Elektronik Lumpuh

Mobil-mobil keluaran terbaru saat ini mengandalkan banyak komponen elektronik, mulai dari sistem injeksi, sensor, hingga Electronic Control Unit (ECU). Ketika air banjir masuk ke bagian ini, bisa terjadi korsleting. ECU rusak berarti mobil tidak bisa menyala atau fungsinya menjadi tidak stabil.

Kerusakan kelistrikan biasanya tidak langsung terasa. Tapi dalam jangka panjang, bisa memicu berbagai gangguan seperti lampu menyala sendiri, sistem audio mati, atau airbag yang tidak berfungsi saat dibutuhkan.

 

3. Sistem Rem Bisa Gagal

Salah satu resiko yang kerap luput dari perhatian yakni sistem pengereman. Air yang masuk ke sistem rem bisa menyebabkan kelembaban berlebih pada cakram dan kampas. Efeknya? Pengereman jadi tidak optimal, apalagi saat mobil melaju dalam kondisi jalan licin.

Bagi kendaraan yang menggunakan sistem rem ABS, air yang masuk juga bisa memicu sensor error. Ini sangat berbahaya, terutama jika kendaraan kehilangan daya cengkeram di jalan.

 

4. Mobil Bisa Tergelincir atau Diseret Arus

Genangan air dapat menyembunyikan lubang besar maupun batu yang tajam. Jika ban terperosok, pengemudi bisa kehilangan kendali. Arus air yang kuat pun bisa menyeret mobil ke arah tak terduga, bahkan menabrak kendaraan lain atau pembatas jalan.

Di sinilah risiko keselamatan meningkat tajam. Bukan hanya pengemudi dan penumpang, tapi juga pengguna jalan lain bisa jadi korban.

 

Gejala Kerusakan Setelah Menerobos Banjir

Kalau kamu pernah nekat menerobos banjir, penting untuk memantau kondisi mobil dalam beberapa hari setelahnya. Beberapa gejala umum yang bisa muncul antara lain:

  • Suara mesin kasar ataupun tidak biasa, terutama saat dinyalakan pertama kali.
  • Lampu, wiper, atau sistem audio bermasalah, bisa menyala sendiri atau tidak merespon.
  • AC tidak dingin, dapat jadi sebab sensor suhu ataupun kompresor terganggu.
  • Pedal rem terasa lebih dalam atau kopling lengket, tanda adanya kelembaban di sistem transmisi atau rem.
  • Bau apek dari dalam kabin, tanda air atau lumpur pernah masuk ke interior dan belum benar-benar kering.

Jangan abaikan tanda-tanda ini. Semakin cepat diperiksa serta ditangani, semakin kecil risiko kerusakan menyebar ke komponen lain.

Kenapa Risiko Ini Sering Diremehkan?

Sayangnya, banyak pengendara masih menyepelekan risiko mobil menerjang banjir. Salah satu alasannya adalah “mobil sebelumnya juga kuat kok.” Padahal, satu kali selamat belum tentu berarti aman selamanya.

Banjir bisa datang dengan kedalaman dan arus yang berbeda. Genangan yang tampak dangkal di luar, bisa memiliki lubang tersembunyi di dalam. Dan mobil yang kamu kira aman, bisa jadi menyimpan kerusakan perlahan yang baru terasa setelah beberapa minggu.

 

Tips Cegah Kerusakan Saat Terjebak Banjir

Jika suatu saat kamu menghadapi jalanan tergenang, berikut beberapa langkah aman yang bisa dilakukan:

1. Perhatikan Ketinggian Air

Jangan menerobos bila air telah menyentuh sepertiga roda ataupun lebih. Lebih baik putar balik atau tunggu surut.

2. Jangan Matikan Mesin Saat Terjebak

Jika sudah masuk genangan dan mobil masih menyala, usahakan tetap hidupkan mesin dan jangan panik. Mematikan mesin saat genangan tinggi justru bisa memicu air masuk ke ruang bakar.

3. Jaga Kecepatan Stabil

Jalankan mobil dengan kecepatan rendah dan putaran mesin konstan. Hindari akselerasi mendadak yang bisa memicu air tersedot ke mesin.

4. Segera Periksa Setelahnya

Meski mobil masih berjalan normal, segera cek ke bengkel terpercaya. Terutama bagian filter udara, rem, serta sistem kelistrikan.

 

Waspada Sebelum Terlambat

Menerobos banjir memang terlihat seperti solusi cepat di tengah kemacetan atau jadwal yang padat. Tapi risiko di baliknya sangat nyata dan bisa berdampak jangka panjang. Mulai dari kerusakan mesin hingga gangguan sistem kelistrikan dan keselamatan.

Daripada mengorbankan kendaraan dan keselamatan, lebih baik pilih jalan alternatif atau tunda perjalanan sejenak. Mobil bukan sekadar alat transportasi, ia adalah aset yang perlu dijaga dengan bijak.

Satu keputusan nekat bisa berujung mahal. Jadi, masih yakin mau menerobos banjir?

 

Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang