Plus Minus Tinggal di Apartemen: Sebelum Menetap, Baca Ini Dulu!
SERBATAU
- Tinggal di apartemen bukan lagi sekadar gaya hidup
modern, tapi sudah jadi kebutuhan banyak orang terutama di kota besar seperti
Jakarta, Surabaya, atau Bekasi.
Dengan
harga tanah yang makin melambung dan waktu yang semakin padat, hunian vertikal
muncul sebagai solusi praktis. Tapi sebelum kamu tergiur brosur glossy atau
diskon DP ringan, ada baiknya kamu pahami dulu plus minus tinggal di apartemen.
Disini
akan bantu kamu melihat dari dua sisi: apa saja kelebihan dan kekurangan
tinggal di apartemen. Jadi kamu bisa ambil keputusan dengan kepala dingin,
bukan sekadar ikut tren.
Kelebihan Tinggal di Apartemen
1. Lokasi Strategis di Tengah Kota
Salah
satu daya tarik utama apartemen adalah lokasinya. Mayoritas dibangun dekat
pusat bisnis, stasiun MRT/LRT, mall, atau sekolah favorit. Ini jelas menghemat
waktu dan ongkos transportasi. Cocok banget buat kamu yang kerja di pusat kota
dan ogah habiskan waktu di jalan.
2. Fasilitas Lengkap dalam Satu Kompleks
Apartemen
modern umumnya sudah satu paket dengan fasilitas seperti gym, kolam renang,
taman, area bermain anak, bahkan coworking space. Kamu tinggal turun lift untuk
olahraga atau belanja kebutuhan harian di minimarket bawah.
Yang
lebih menarik, semua itu dirawat oleh pengelola. Jadi nggak perlu repot mikirin
bersihin kolam atau potong rumput.
3. Sistem Keamanan 24 Jam
Keamanan
jadi nilai jual apartemen. Akses terbatas via kartu,
pengawasan CCTV, serta petugas keamanan yang standby 24 jam buat penghuni
merasa lebih tenang. Untuk
unit premium, sebagian bahkan telah memiliki lift privat.
Kalau
kamu tinggal sendiri atau punya anak kecil, poin ini tentu jadi pertimbangan
utama.
4. Hidup Praktis dan Minimalis
Tinggal di
apartemen cocok buat kamu yang mau hidup ringkas. Ukuran unit yang tidak terlalu besar buat
aktivitas bersih-bersih cepat tuntas.
Gaya hidup minimalis pun lebih mudah diterapkan karena keterbatasan ruang
membuatmu berpikir dua kali sebelum beli barang.
5. Potensi Investasi yang Menjanjikan
Apartemen,
terutama tipe studio atau 1BR, punya pasar sewa yang cukup stabil. Di kota
besar, banyak pekerja muda dan ekspatriat cari hunian praktis. Kalau kamu belum
berniat tinggal tetap, menyewakan unit bisa jadi sumber passive income.
Beberapa
investor bahkan beli lebih dari satu unit untuk disewakan secara jangka pendek
lewat platform seperti Airbnb.
Kekurangan Tinggal di Apartemen
1. Ruang Gerak Terbatas
Sebagian
besar unit apartemen dirancang compact, ideal untuk lajang atau keluarga kecil.
Tapi kalau kamu butuh ruang lebih (buat koleksi buku, alat musik, atau hewan
peliharaan), apartemen bisa terasa sempit. Apalagi kalau unitnya tipe studio
tanpa sekat.
2. Parkir dan Akses Tamu Terbatas
Satu
hal yang sering bikin pusing penghuni apartemen adalah parkir. Biasanya, hanya
tersedia satu slot parkir per unit. Kalau punya lebih dari satu kendaraan?
Terpaksa cari parkir tambahan (yang belum tentu tersedia).
Belum
lagi tamu. Beberapa apartemen punya sistem ketat yang mewajibkan tamu lapor
atau bahkan dikenakan biaya parkir mahal.
3. Status Hak Milik: Bukan Atas Tanah
Apartemen
menganut sistem HPL (Hak Pengelolaan Lahan). Artinya, kamu hanya memiliki hak
atas unit, bukan tanah tempat bangunan berdiri. Ini berbeda dengan rumah tapak
yang bisa disertifikasi atas nama pribadi, lengkap dengan tanahnya.
4. Banyak Biaya Tambahan
Tinggal
di apartemen nggak cuma bayar cicilan atau sewa. Ada iuran bulanan seperti IPL
(Iuran Pengelolaan Lingkungan), sinking fund, dan service charge. Besarannya
bisa mencapai Rp20.000–25.000/m² per bulan. Tambah lagi biaya parkir dan
listrik air yang biasanya dihitung per unit.
Kalau
nggak cermat hitung, total pengeluaran bulanan bisa jauh lebih besar dari
ekspektasi awal.
5. Aturan Ketat
Tinggal
di apartemen berarti ikut sistem komunal. Maka, aturan ketat sering diterapkan:
mulai dari volume suara, jam tamu, hingga larangan memelihara hewan. Kamu nggak
bisa asal cat pintu atau pasang AC tanpa izin.
Untuk
sebagian orang, ini bisa terasa mengekang.
6. Privasi dan Kebisingan
Dengan
banyak unit dalam satu lantai, suara dari tetangga bisa terdengar jelas—dari
langkah kaki sampai anak kecil menangis. Jika kamu tipe yang sensitif terhadap
kebisingan, apartemen bisa jadi tantangan tersendiri.
Tips Cerdas Sebelum Memutuskan Tinggal di Apartemen
Pilih Unit Sesuai Kebutuhan
- Lajang: Studio
atau 1BR cukup.
- Pasangan ataupun
keluarga kecil: Minimal 2BR supaya lebih lega.
- Pertimbangkan
lokasi dekat kantor, sekolah anak, atau transportasi umum.
Hitung Semua Biaya dengan Teliti
Gunakan
rumus ini:
Harga
beli/sewa + IPL + service charge + sinking fund + parkir = total biaya bulanan
Pastikan
semua komponen ini sesuai dengan budget kamu. Jangan tergiur harga murah tapi
biaya perawatan bikin kantong jebol.
Baca Aturan Apartemen
Sebelum
tanda tangan kontrak, baca dulu peraturan: apakah boleh pelihara hewan? Boleh
renovasi? Boleh pasang antena atau tidak? Ini
penting guna hindari konflik di kemudian hari.
Manfaatkan Fasilitas dengan Bijak
Sayang
banget kalau kamu bayar mahal untuk fasilitas, tapi malah jarang dipakai.
Luangkan waktu untuk pakai gym, kolam renang, atau ruang komunitas. Selain
bikin hidup lebih sehat, ini juga bisa jadi cara bersosialisasi dengan
tetangga.
Apartemen atau Rumah Tapak, Pilihan Ada di Tanganmu
Tinggal
di apartemen menawarkan banyak kenyamanan: strategis, aman, dan praktis. Tapi
tetap ada kompromi yang harus diambil, mulai dari ruang sempit sampai biaya
tambahan yang bisa membengkak.
Sebelum
memutuskan, tanyakan pada dirimu:
- Apakah kamu
butuh hunian jangka pendek atau jangka panjang?
- Apakah kamu
cukup fleksibel dengan aturan bersama?
- Apakah kamu
lebih suka ruang privat dan halaman sendiri?
Ingat,
memilih tempat tinggal bukan soal ikut-ikutan. Ini soal kenyamanan dan
keberlanjutan gaya hidup kamu ke depan. Jadi, pastikan keputusanmu dibuat
dengan pertimbangan matang, bukan sekadar ikut arus.
Selamat
memilih hunian terbaik, semoga cocok di hati dan di kantong!