Peran Parenting dalam Pendidikan Anak: Apa yang Harus Dilakukan?
Ternyata Ini Cara Orang Tua Bantu Anak Sukses di Sekolah!
SERBA TAU - Orang tua sering disebut sebagai guru pertama anak.
Tapi dalam praktiknya, banyak yang masih bingung: sebenarnya, peran parenting
dalam pendidikan anak itu kayak gimana sih?
Mulai dari cara ngomong, aturan di rumah, sampai
gimana respons saat anak gagal—semua bisa berpengaruh pada cara anak belajar.
Apalagi di era sekarang, tantangan pendidikan makin
kompleks, baik di sekolah maupun di lingkungan sosial. Lantas, apa yang bisa
dilakukan orang tua?
Rumah adalah Sekolah Pertama
Sebelum anak kenal guru dan pelajaran, mereka lebih
dulu belajar dari rumah. Di sinilah parenting berperan. Nilai-nilai dasar kayak
sopan santun, cara memecahkan masalah, hingga rasa percaya diri—semuanya
terbentuk sejak dini.
Anak-anak sering belajar dengan mengobservasi. Jadi
kalau orang tua sering marah, maka anak bisa ikut-ikutan. Tapi kalau mereka
lihat orang tua sabar, anak juga akan belajar hal yang sama.
Bukan cuma kasih sayang, parenting juga mencakup batasan, rutinitas, dan cara mengelola emosi.
Gaya Parenting yang Punya Dampak
Pakar perkembangan anak biasanya mengelompokkan pola
asuh ke dalam tiga tipe utama:
- Authoritative (tegas dan suportif): Anak
merasa didengar tapi tetap diarahkan.
- Authoritarian (keras dan kaku): Anak
sering takut dan cenderung menutup diri.
- Permissive (terlalu bebas): Anak
jadi bingung soal aturan dan tanggung jawab.
Tipe yang pertama terbukti paling ideal, karena
menyeimbangkan antara kedisiplinan dan dukungan emosional.
Namun, realitanya nggak selalu semudah itu. Banyak
orang tua terlalu sibuk, akhirnya nggak sadar kalau mereka masuk ke pola
“permissive”—asal anak anteng, semua dikasih. Atau sebaliknya, terlalu menuntut
tanpa memberi ruang diskusi.
Komunikasi Jadi Kunci
Salah satu hal yang sering dilupakan dalam parenting
adalah komunikasi. Padahal, anak-anak butuh merasa didengarkan. Bukan cuma
disuruh belajar atau dimarahi saat nilai jelek.
Coba mulai dari hal-hal kecil kayak:
- Nanya gimana hari mereka di sekolah
- Dengerin cerita mereka meski terdengar sepele
- Tanya pendapat mereka sebelum ambil keputusan
penting
Komunikasi yang sehat bisa bikin anak lebih terbuka,
merasa aman, dan nggak takut gagal.
Tips Simpel Buat Orang Tua
Kalau kamu masih bingung harus mulai dari mana, coba
beberapa langkah berikut ini:
- Bikin rutinitas belajar yang
fleksibel. Misalnya, 30 menit belajar, 15 menit istirahat.
- Berikan pujian yang spesifik. Ganti
“kamu pintar” jadi “kamu hebat bisa selesaikan soal ini sendiri!”
- Jangan fokus di nilai aja. Proses
belajar juga penting buat dibahas bareng anak.
- Jadilah role model. Kalau
kamu suka baca atau belajar hal baru, anak bisa ikut tertarik.
Parenting bukan tentang sempurna, tapi tentang
konsisten.
Pendidikan Nggak Cuma Tugas Sekolah
Seringkali orang tua menyerahkan semua urusan
pendidikan ke sekolah. Padahal, guru juga butuh dukungan dari rumah. Anak yang
didukung di rumah biasanya lebih siap menerima pelajaran di sekolah.
Kalau orang tua memberi support, maka anak cenderung
lebih percaya diri dan punya motivasi intrinsik dalam belajar.
Jadi, daripada saling menyalahkan, lebih baik bangun
kolaborasi. Sekolah dan orang tua bisa sama-sama menciptakan lingkungan belajar
yang sehat dan menyenangkan.
Jadi Orang Tua Itu Perjalanan
Nggak ada orang tua yang langsung tahu segalanya.
Semua belajar sambil jalan. Tapi satu hal yang pasti, keterlibatan kamu dalam
pendidikan anak bisa bikin perbedaan besar. Karena di akhir hari, bukan nilai
yang paling penting, tapi bagaimana anak tumbuh jadi pribadi yang utuh dan
bahagia.