Musik Bisa Jadi Obat? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan Mental

Table of Contents
Musik Bisa Jadi Obat Untuk Kesehatan Mental

Lagi Stres? Mungkin Kamu Cuma Butuh Playlist yang Tepat

 

SERBA TAU - Banyak orang bilang, musik itu kayak obat yang nggak perlu resep dokter. Cukup putar lagu favorit, mood langsung naik. Tapi, benar gak sih musik bisa ngebantu stabilkan mental health?

Nggak cuma mitos, ternyata ada buktinya juga lho. Dari dunia medis sampai pengalaman pribadi, musik terbukti punya efek besar buat kondisi emosional seseorang.

 

Musik dan Emosi: Hubungan yang Nggak Bisa Dipisah

 

Kamu pasti pernah ngerasa tiba-tiba mellow gara-gara dengar lagu galau, atau jadi semangat setelah dengerin anthem favorit, kan? Itu bukan kebetulan. Musik punya jalur khusus di otak yang langsung terhubung ke bagian pengatur emosi, alias sistem limbik.

Penelitian dari Harvard Medical School bilang, musik bisa memicu pelepasan dopamin, hormon yang bikin kita merasa senang. Itulah kenapa musik bisa langsung ngaruh ke suasana hati kita, bahkan tanpa kita sadari.

Dunia Medis Juga Akui: Terapi Musik Itu Nyata

 

Nggak cuma soal selera, musik bahkan seringkali digunakan dalam dunia terapi. Namanya music therapy—dan ini sudah digunakan buat bantu pasien yang mengalami gangguan mental seperti depresi, PTSD, sampai gangguan kecemasan.

Tapi jangan sembarangan karena terapi ini harus dipraktikkan oleh terapis bersertifikat, yang mana biasanya akan menyertakan aktivitas seperti mendengar, menciptakan, atau bahkan bergerak mengikuti alunan musik. Hal ini bertujuan untuk membantu pasien mengungkapkan emosi dan menenangkan diri.

Menurut American Music Therapy Association (AMTA), efek positif musik bisa meningkatkan mood, menurunkan tekanan darah, dan bahkan mengurangi rasa sakit fisik.

 

Jenis Musik, Efeknya Bisa Beda-Beda

 

Nggak semua musik punya efek yang sama. Lagu klasik atau instrumental biasanya dipakai buat relaksasi, sementara musik upbeat lebih cocok buat ningkatin energi dan semangat.

Lagu dengan lirik positif juga punya pengaruh yang bagus buat self-talk. Tapi balik lagi, semua tergantung preferensi pribadi. Yang penting, kamu tahu apa yang bikin hati kamu tenang.

 

Selain Sebagai Mood Booster, Bisa Jadi Relaksasi Sebelum Tidur

 

Sering susah tidur karena pikiran nggak bisa berhenti muter? Coba dengerin musik pelan sebelum tidur. Studi dari Sleep Foundation nunjukin bahwa musik tempo lambat (60–80 bpm) bisa bantu mempercepat proses tidur.

Begitu juga buat kamu yang sering cemas. Dengerin suara alam atau instrumental bisa bikin napas lebih stabil dan pikiran jadi lebih kalem. Nggak heran kalau sekarang banyak playlist “calm anxiety” bertebaran di Spotify dan YouTube.

 

Musik Juga Bisa Bangkitkan Kenangan dan Bantu Pemulihan

 

Musik itu unik. Kadang satu lagu bisa langsung bawa kamu ke masa lalu. Entah itu lagu waktu pertama jatuh cinta, atau lagu sedih pas putus cinta. Kok bisa gitu?

Ternyata, musik punya jalur khusus di otak yang berhubungan dengan memori jangka panjang. Inilah alasan kenapa musik sering dipakai dalam terapi pemulihan, terutama untuk penderita Alzheimer atau trauma.

Beberapa studi menyebutkan bahwa musik bisa memicu kenangan spesifik dan perasaan yang pernah dirasakan saat itu.

 

Tips: Bikin Playlist Sesuai Suasana Hati Kamu

 

Nggak perlu ribet. Cukup bikin playlist sesuai dengan suasana hati. Lagi happy? Masukin lagu-lagu ceria yang bikin kamu joget. Lagi galau? Cari lagu mellow yang bisa nemenin nangis di kamar (iya, kadang perlu juga!).

Yang penting, jadikan musik sebagai alat bantu, bukan pelarian. Karena musik bisa jadi teman terbaik di saat kamu butuh ruang untuk merasa.

 

Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang