Laksana Siapkan 4 Model Bus Terbaru untuk GIIAS 2025

Table of Contents
Laksana Bus GIIAS 2025

SERBATAU - Karoseri Laksana kembali menjadi sorotan menjelang ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Acara yang akan digelar pada 24 Juli hingga 3 Agustus di ICE BSD, Tangerang ini menjadi panggung strategis bagi Laksana untuk memperkenalkan empat model bus terbaru, termasuk satu unit bus listrik dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menggapai 41 persen.

Langkah ini jadi sinyal kuat dari Laksana dalam mendukung transformasi transportasi publik serta elektrifikasi kendaraan komersial di Indonesia.


Empat Model Bus Unggulan Laksana di GIIAS 2025

1. Bus Listrik TKDN 41%: Kolaborasi Strategis dengan VKTR

Model pertama yang akan ditampilkan adalah bus listrik CKD (Completely Knocked Down) hasil kolaborasi antara Laksana dan PT VKTR Teknologi Mobilitas. Unit ini menjadi tonggak penting karena sudah lebih dulu digunakan oleh armada TransJakarta sejak Januari 2025.

Bus ini melayani rute koridor 10 (Tanjung Priok – PGC) dan 14 (JIS – Senen), dengan TKDN di atas 40 persen, sesuai target pemerintah menuju elektrifikasi kendaraan umum pada 2030. Produksi lokal dilakukan di pabrik perakitan baru di Magelang, yang ditargetkan rampung akhir tahun ini.

Menurut Gilarsi W. Setijono, Direktur Utama PT VKTR, "Produksi bus listrik dengan TKDN tinggi adalah bagian dari komitmen kami mendukung kemandirian industri otomotif nasional."


2. Legacy SR3: Evolusi Desain High-Decker

Laksana juga bakal menampilkan generasi terbaru dari keluarga Legacy, yaitu Legacy SR3 High-Decker. Model ini membawa pembaruan signifikan pada sektor desain dan fitur keamanan. Dari bocoran yang beredar, SR3 hadir dengan desain lampu DRL LED yang lebih ramping serta grille yang lebih tajam. Tampilan bodi juga disamarkan dengan kamuflase pada sesi teaser di YouTube, menandakan kehadiran fitur-fitur baru yang akan diumumkan saat pameran berlangsung.

Dengan posisi pasar sebagai armada AKAP premium, SR3 diharapkan dapat memperkuat eksistensi Laksana di segmen high-decker sekaligus menjadi penerus sukses SR2.


3. Sleeper Bus & Xtra High Decker: Nyaman untuk Jarak Jauh

Model ketiga adalah varian sleeper dan Xtra High Decker, yang dirancang khusus untuk kebutuhan transportasi jarak jauh. Bus jenis ini dikenal memberikan kenyamanan ekstra karena konfigurasi kursi bisa diubah menjadi tempat tidur.

Bus sleeper Laksana sebelumnya sudah digunakan oleh beberapa Perusahaan Otobus (PO) besar, dan pada GIIAS 2025 diperkirakan akan tampil dalam desain dan layout interior yang lebih ergonomis. Ini merupakan jawaban terhadap meningkatnya permintaan akan moda transportasi nyaman dan privat untuk perjalanan malam.


4. Bus Double-Decker: Menjawab Kebutuhan Kapasitas Besar

Laksana juga menyiapkan bus double-decker sebagai bentuk ekspansi ke segmen premium dan pariwisata. Model ini menyasar kebutuhan operator yang membutuhkan kapasitas besar namun tetap mengutamakan kenyamanan.

Bus tingkat bukanlah hal baru bagi Laksana, namun versi terbaru yang akan dipamerkan diprediksi hadir dengan penyempurnaan di sisi desain eksterior dan fitur digitalisasi armada.

Fokus pada Kendaraan Listrik dan TKDN

Komitmen Terhadap Regulasi Pemerintah

Pemerintah Indonesia menargetkan seluruh kendaraan umum menggunakan energi listrik pada 2030 dan mewajibkan tingkat komponen dalam negeri minimal 40% untuk mendukung industri lokal. Dalam hal ini, bus listrik Laksana-VKTR menjadi pionir.

Pabrik Perakitan Baru di Magelang

Untuk mendukung produksi massal, PT VKTR kini tengah membangun pabrik perakitan baru di Magelang, Jawa Tengah. Pabrik ini diharapkan mempercepat skala produksi serta memperkuat rantai pasok lokal. Kehadiran fasilitas ini juga akan meningkatkan efisiensi logistik distribusi ke berbagai kota di Indonesia.


Posisi Laksana di Industri Karoseri Nasional

Laksana dikenal sebagai salah satu dari "tiga besar" karoseri Indonesia bersama Adiputro dan Tentrem. Dengan langkah progresif ini, Laksana menunjukkan kesiapan menghadapi era elektrifikasi dan digitalisasi transportasi.

Di ajang GIIAS 2025, ketiga karoseri besar ini akan tampil bersama, meskipun lokasi pameran mereka kini bergeser dari indoor ke area outdoor Hall 11. Menurut penyelenggara, area luar telah dilengkapi pendingin ruangan tambahan agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.


Mengapa GIIAS 2025 Penting bagi Laksana?

GIIAS bukan sekadar pameran otomotif, namun juga ajang validasi industri terhadap produk serta inovasi terbaru. Dengan membawa empat model berbeda, Laksana ingin menunjukkan spektrum kemampuannya:

  • Inovasi elektrifikasi melalui bus listrik TKDN 41%
  • Desain serta kenyamanan dengan Legacy SR3 dan Sleeper Bus
  • Solusi kapasitas besar melalui double-decker terbaru

Tak hanya itu, GIIAS juga menjadi kesempatan emas untuk menjalin relasi B2B dan mengedukasi publik mengenai transformasi kendaraan umum ke arah yang lebih hijau.


Laksana Siap Tampil Beda

Dengan membawa empat model terbaru, Laksana membuktikan diri sebagai karoseri yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi. Baik dalam hal elektrifikasi, peningkatan kenyamanan, maupun perluasan segmen pasar.

Keikutsertaan Laksana di GIIAS 2025 bukan sekadar unjuk gigi, tetapi menjadi representasi strategi jangka panjang dalam mendukung program pemerintah menuju transportasi publik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan.

 

Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang