Kepribadian Golongan Darah: Apakah Mitos atau Fakta Ilmiah?
Kamu Tipe A Yang
Kalem, Atau Tipe B Yang Katanya Rebel?
SERBA TAU - Golongan darah sering banget dijadikan acuan buat
menebak kepribadian seseorang. Apalagi di Jepang dan Korea, kepercayaan ini
masih hidup banget sampai sekarang. Bahkan, banyak idol dan aktor yang
biodatanya mencantumkan golongan darah seolah itu bagian dari identitas
pribadi.
Tapi... apakah benar
sifat kita bisa ditebak hanya dari darah?
Fenomena Populer yang
Nempel di Budaya Asia
Di Jepang, tes
kepribadian golongan darah udah populer sejak tahun 1920-an, dan terus bertahan
sampai sekarang. Di Korea Selatan juga sama—drama, variety show, bahkan iklan
sering banget nyebut golongan darah sebagai “kode kepribadian”.
Fenomena ini udah dianggap kayak zodiac versi Asia Timur.
Beberapa perusahaan bahkan sampai mempertimbangkan golongan darah saat merekrut karyawan. Mitos atau bukan, pengaruhnya nyata banget di kehidupan sehari-hari.
Katanya, Ini Karakter
Tiap Golongan Darah
Mitosnya sih begini,
masing-masing golongan darah punya sifat khas yang bikin mereka gampang
ditebak—katanya, lho:
- A: Pemalu, perfeksionis, rapi, sensitif. Orang
dengan golongan darah A sering digambarkan sebagai tipe yang berhati-hati,
cenderung overthinking, dan susah buat langsung terbuka sama orang baru.
Tapi di balik itu, mereka punya etos kerja yang kuat dan perhatian pada
detail.
- B: Penuh semangat, egois, kreatif, spontan.
Golongan darah B dikenal sebagai tipe “bebas sebebas-bebasnya”, yang nggak
suka dikekang dan punya cara berpikir out of the box. Kadang mereka
dianggap susah diajak kerja tim, tapi kalau urusan ide, mereka jagonya.
- AB: Unik, rasional tapi misterius, susah ditebak.
Tipe AB katanya gabungan A dan B, jadi bisa serius tapi juga nyeleneh.
Nggak heran kalau banyak yang bilang mereka “aneh tapi menarik”—karena
memang susah nebak isi kepala mereka.
- O: Percaya diri, sosial, pemimpin alami, keras
kepala. Tipe O biasanya tampil dominan, gampang akrab, dan punya vibe
sebagai pemimpin kelompok. Tapi, sisi keras kepala dan cenderung
kompetitif juga sering muncul kalau mereka merasa posisinya “terancam”.
Kalau kamu pernah nonton
anime atau drama Korea, pasti familiar sama adegan ketika karakter nanya, “Kamu
golongan darah apa?” Biasanya dari situ, mereka langsung nebak karakternya,
lengkap sama stereotipnya.
Seru sih buat jadi bahan ngobrol atau tebak-tebakan sama teman. Tapi... bener
nggak ya kalau sifat orang bisa dikelompokkan segampang itu?
Awalnya dari Siapa
Sih?
Teori ini pertama kali
digagas oleh Takeji Furukawa, seorang profesor Jepang yang pada 1927
menulis makalah soal hubungan antara golongan darah dan karakter.
Sayangnya, tulisan itu lebih bersifat spekulatif daripada ilmiah.
Tapi seperti teori
konspirasi lainnya, teori ini berkembang lewat budaya pop dan makin dipercaya
karena sering diulang-ulang. Apalagi di era media sosial kayak sekarang.
Penelitian Ilmiah:
Ada Bukti Nyata?
Menurut penelitian yang
dilakukan oleh banyak psikolog dan ilmuwan, belum ada bukti kuat yang mendukung
hubungan antara golongan darah dan kepribadian.
Studi dari Jepang hingga Amerika menunjukkan hasil yang inkonsisten atau tidak
signifikan secara statistik.
Sejumlah pakar menyebut
ini sebagai bentuk confirmation bias—kita cenderung mencari dan percaya
pada info yang cocok sama keyakinan awal kita. Jadi, begitu baca tipe B itu
ceroboh, dan kita punya teman B yang ceroboh, langsung deh kita percaya itu
bener.
Antara Mitos Lucu dan
Stigma yang Nyata
Meskipun terdengar lucu
dan harmless, mempercayai kepribadian berdasarkan golongan darah bisa berbahaya
kalau dijadikan dasar menilai orang.
Pernah dengar istilah “blood type harassment”? Di Jepang, istilah ini muncul
karena orang dengan golongan darah tertentu (terutama B dan AB) sering dijudge
negatif.
Kalau udah sampai jadi
diskriminasi, jelas ini bukan cuma mitos lucu-lucuan lagi. Penting banget buat
memilah mana yang hiburan, mana yang fakta.
Jadi, Seru-Seruan
Boleh, Tapi Jangan Terlalu Serius!
Nggak salah kok kalau
kamu senang tebak-tebakan kepribadian bareng teman pakai golongan darah. Tapi
jangan sampai jadi standar nilai seseorang, ya.
Ilmu psikologi punya banyak metode yang lebih akurat buat memahami kepribadian
manusia, kayak MBTI atau Big Five.
Satu hal yang pasti:
sifat manusia jauh lebih kompleks dari sekadar huruf di hasil lab.
Jadi, kamu golongan
darah apa? Boleh banget
seru-seruan, tapi jangan sampai jadi patokan mutlak, ya!