Kenali Gaya Belajarmu: Visual, Auditori, atau Kinestetik?
Auditori, Visual, atau Kinestetik? Yuk Cari Tahu Gayamu!
SERBA TAU - Pernah ngerasa ngantuk kalau cuma disuruh baca buku
tebal? Tapi malah semangat waktu nonton video penjelasan? Bisa jadi kamu belum
belajar dengan cara yang paling cocok buat dirimu.
Setiap orang punya cara belajar yang beda-beda. Ada yang lebih nyaman melihat gambar, ada yang suka dengerin penjelasan, ada juga yang butuh sambil bergerak. Nah, konsep ini dikenal sebagai gaya belajar—dan ternyata, penting banget buat diketahui sejak dini. Apalagi kalau kamu pengin hasil belajar lebih optimal dan nggak bikin kepala mumet.
Gaya Belajar: Kenapa Harus Peduli?
Mungkin selama ini kita
mikir, yang penting belajar ya belajar aja. Tapi ternyata, gaya belajar itu
bisa pengaruh ke seberapa cepat kita ngerti dan ingat materi.
Kalau belajar pakai metode yang cocok, hasilnya bisa lebih maksimal dan nggak
bikin stres.
Misalnya nih, orang
visual dipaksa belajar pakai metode auditori, biasanya jadi susah fokus dan
cepat bosan. Makanya, mengenali gaya belajar bisa bantu kita lebih enjoy dan
efektif saat menyerap informasi.
Visual Learner: Belajar Lewat Mata
Kalau kamu tipe yang
senang lihat infografis, mind map, atau video penjelasan, bisa jadi kamu
termasuk visual learner.
Tipe ini biasanya lebih cepat nangkep informasi lewat warna, gambar, atau
posisi teks. Mereka suka catatan yang penuh stabilo warna-warni dan visualisasi
yang jelas.
Visual learner juga
cenderung ingat bentuk tulisan di buku atau letak diagram di halaman. Nggak
heran kalau mereka jago bikin ringkasan atau slide presentasi yang enak
dilihat.
Auditori Learner: Belajar Lewat Telinga
Suka dengerin podcast
atau rekaman dosen? Mudah mengingat kalau dijelasin lewat obrolan? Selamat,
kamu mungkin tipe auditori!
Tipe ini belajar lebih baik lewat suara. Mereka cenderung mudah memahami materi
saat mendengarkan, bukan saat membaca.
Biasanya, auditori
learner juga suka mengulang-ulang materi dengan cara berbicara sendiri atau
menjelaskan ke orang lain. Dan meskipun kelihatannya melamun, sebenarnya mereka
sedang “memutar ulang” penjelasan di kepala.
Kinestetik Learner: Belajar Sambil Bergerak
Tipe ini paling nggak
bisa duduk diam kelamaan. Kalau disuruh baca buku sambil duduk, udah gelisah
aja.
Kinestetik learner butuh gerakan atau aktivitas fisik untuk menyerap info.
Mereka suka praktik langsung, eksperimen, atau simulasi.
Ciri lainnya, mereka
lebih mudah paham saat ikut langsung dalam kegiatan—bukan cuma jadi penonton.
Belajar sambil jalan-jalan atau pakai metode bermain bisa jadi solusi buat
mereka.
Cara Sederhana Mengenali Gaya Belajarmu
Nggak perlu tes
panjang-panjang, cukup refleksi aja.
Coba tanya ke diri sendiri: lebih mudah paham pas baca, dengar, atau praktik
langsung? Saat ujian, kamu lebih ingat gambar, suara guru, atau posisi duduk di
kelas?
Kalau kamu suka
mencoret-coret saat belajar atau baca sambil berdiri, itu bisa jadi tanda kamu
kinestetik. Kalau suka bikin rekaman atau hafal nada guru, kamu auditori.
Visual? Jelas suka gambar dan warna!
Nggak Ada yang Paling Benar, Tapi Ada yang Paling
Cocok
Setiap gaya belajar itu
valid. Bukan berarti visual lebih pintar dari kinestetik, atau auditori lebih
cepat paham.
Yang penting adalah tahu mana yang bikin kamu nyaman, lalu optimalkan cara itu
dalam belajar.
Lagipula, belajar itu
bukan soal metode tunggal. Banyak juga yang punya kombinasi gaya belajar, dan
itu sah-sah aja. Justru bisa jadi lebih fleksibel!
Jadi, Kamu Termasuk yang Mana?
Coba deh mulai
eksplorasi. Jangan cuma ikut cara belajar orang lain kalau ternyata nggak cocok
sama kamu.
Belajar itu bukan soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling ngerti
caranya.
Mulai sekarang, jangan
takut buat mencoba gaya belajar yang baru. Bisa jadi, itu yang selama ini kamu
butuhin biar makin paham dan semangat belajar!