7 Kebiasaan Kecil yang Tanpa Disadari Memicu Stres, Yuk Hindari!
SERBATAU – Pernah merasa capek tapi nggak tahu kenapa? Atau
tiba-tiba uring-uringan padahal nggak ada masalah besar? Bisa jadi, penyebabnya
datang dari kebiasaan kecil yang kamu lakukan setiap hari. Iya, kebiasaan
sepele yang awalnya terasa nggak berdosa, tapi diam-diam menumpuk dan bikin
mentalmu rentan stres.
Yuk,
kenali dan hindari tujuh kebiasaan kecil yang sering bikin kamu gampang stres,
lengkap dengan solusi praktis yang bisa langsung kamu terapkan!
1. Menunda Pekerjaan: Nyaman di Awal, Panik di Akhir
Siapa
sih yang belum pernah menunda tugas? Tapi hati-hati, kebiasaan ini bisa bikin
kamu kejar-kejaran dengan waktu.
Kenapa bikin stres?
Saat
kamu tunda-tunda pekerjaan, beban itu nggak hilang justru numpuk. Dan pas
deadline udah dekat, otakmu dipaksa kerja ekstra. Alhasil, kamu jadi mudah
panik, gampang marah, dan kurang tidur.
Solusinya?
Coba
bagi tugas besar jadi langkah kecil. Terapkan teknik pomodoro: kerja 25 menit,
istirahat 5 menit. Kamu tetap produktif, tapi nggak ngos-ngosan. Ingat,
aksi kecil tetap lebih baik daripada rencana sempurna yang nggak jalan-jalan.
2. Kurang Tidur: Melelahkan Tubuh, Menguras Emosi
Begadang
buat scroll TikTok atau binge-watch serial favorit mungkin menyenangkan...
sampai kamu bangun dengan kepala berat dan hati kesal.
Apa dampaknya?
Kurang
tidur bikin hormon stres (kortisol) melonjak. Kamu jadi lebih sensitif, mudah
tersinggung, dan sulit fokus. Bahkan, sistem imun bisa terganggu.
Solusi gampang:
Coba
buat ritual tidur: matikan gadget 30 menit sebelum tidur, pakai lampu redup,
dan hindari kafein setelah sore. Tidur cukup = mood stabil.
3. Terlalu Perfeksionis: Antara Ambisi dan Tekanan
Perfeksionisme
sering disamarkan sebagai “motivasi tinggi”. Padahal, kalau berlebihan, bisa
jadi jebakan stres.
Kenapa bahaya?
Perfeksionis
bikin kamu nggak pernah puas. Padahal kamu sudah kerja keras, tapi tetap merasa
belum cukup. Ini bisa menimbulkan rasa cemas, bahkan burnout.
Jalan keluarnya:
Ubah
mindset dari “harus sempurna” jadi “cukup baik”. Apresiasi kemajuan kecil, dan
izinkan diri untuk belajar dari kesalahan. Karena yang penting bukan hasilnya
aja, tapi prosesmu juga.
4. Terlalu Responsif ke Gadget: Notifikasi Bukan
Prioritas Hidup
Cek
WhatsApp setiap 5 menit? Ngerasa bersalah kalau nggak langsung bales pesan?
Hati-hati, ini bisa memicu stres kronis.
Dampak psikologisnya?
Menurut
Mental Health Foundation UK, terlalu sering merespons pesan bikin otak merasa
“selalu siaga”. Artinya, kamu nggak pernah benar-benar rileks.
Solusi simpel:
Atur
waktu untuk cek chat, misalnya pagi dan sore aja. Nonaktifkan notifikasi
aplikasi yang nggak penting. Percaya deh, dunia nggak akan runtuh kalau kamu
nggak bales dalam 3 menit.
5. Overthinking & Self-Criticism: Dialog Batin
yang Melelahkan
Pikiran
yang terlalu aktif bisa jadi musuh terbesar kamu. Terlebih
jika isinya hanya kritik serta ketakutan.
Efeknya?
Overthinking buat
kamu stuck dalam skenario buruk yang belum pasti terjadi. Self-criticism memperparahnya bikin kamu merasa
nggak cukup, meski kenyataannya kamu sudah berusaha.
Coba ini:
Latih
self-compassion. Ubah kalimat “Aku bodoh banget” jadi
“Aku sedang belajar”. Bernapas dalam,
dan sadari bahwa nggak semua hal perlu dikendalikan.
6. Multitasking Terlalu Banyak: Sibuk Nggak Selalu
Produktif
Zaman
serba cepat bikin kamu merasa harus bisa segalanya sekaligus. Tapi faktanya,
otak manusia nggak didesain buat multitasking ekstrem.
Apa risikonya?
Multitasking
bikin otak cepat lelah, hasil kerja kurang maksimal, dan... tentu saja, stres
meningkat. Menurut studi Stanford, multitasking menurunkan efisiensi hingga
40%.
Solusi?
Prioritaskan.
Kerjakan satu hal dalam satu waktu. Gunakan to-do list,
kemudian tandai yang telah selesai. Rasanya?
Memuaskan banget!
7. Kelebihan Waktu Layar: Dari Relaksasi Jadi Racun
Niat
awalnya cari hiburan, tapi berujung pada jam tidur yang berkurang dan pikiran
makin penuh. Kebiasaan kecil yang satu ini nggak kalah licin.
Dampaknya?
Paparan
cahaya biru sebelum tidur menghambat produksi melatonin hormon tidur. Tidak
hanya itu, konten negatif di media sosial dapat mempengaruhi suasana hati.
Coba ubah:
Batasi
screen time. Luangkan waktu bebas layar 30 menit sebelum tidur. Bisa diganti
dengan baca buku, journaling, atau meditasi ringan. Pikiran pun lebih tenang.
Kenapa Kebiasaan Kecil Ini Nggak Boleh Dianggap Remeh?
Kebiasaan
harian seperti ini sering luput dari perhatian. Tapi justru dari sinilah stress
perlahan tumbuh, tanpa kita sadari. Kalau dibiarkan:
- Kamu jadi cepat lelah secara mental.
- Tidur terganggu dan mood tidak stabil.
- Fokus buyar,
pekerjaan pun berantakan.
Stres
jarang datang tiba-tiba. Biasanya ia hasil dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang
menumpuk
Lagi Stres? Lakukan Ini Dulu!
Kalau
kamu merasa mental mulai goyah, coba langkah-langkah ini:
- Tarik napas dalam-dalam selama 5 menit. Fokus pada hembusan napas.
- Jalan kaki singkat tanpa gadget, lumayan 10 menit di pagi ataupun sore hari.
- Tulis jurnal syukur, minimal 3 hal baik yang terjadi hari ini.
- Matikan ponsel
selama satu jam. Rasakan bedanya.
Kecil?
Iya. Tapi dampaknya bisa besar banget kalau dilakukan rutin.
Mulai dari Satu Perubahan Kecil
Stres
bukan cuma soal tekanan dari luar, tapi juga bagaimana kamu merespons dunia di
sekitarmu. Dan seringkali, jawaban paling sederhana datang dari hal yang kamu
anggap “biasa”.
Jadi,
yuk mulai dari satu kebiasaan kecil. Hentikan yang bikin stres, dan ganti
dengan yang lebih sehat. Bukan buat jadi sempurna, tapi buat jadi lebih damai.
Perubahan
kecil hari ini bisa menyelamatkan mental kamu di masa depan.
Sudah
tahu kebiasaan mana yang paling sering kamu lakukan? Yuk, bagikan di kolom
komentar dan bantu temanmu juga sadar akan kebiasaan-kebiasaan ini.