Sprei Anak Harus Diganti Seberapa Sering? Ini Panduannya

Table of Contents
Kapan Seprai Anak Harus Diganti

Wajib Tahu! Ini Frekuensi Ideal Ganti Sprei Anak

 

SERBA TAU - Kalau kamu punya anak kecil di rumah, pasti sudah familiar dengan pemandangan tempat tidur yang penuh remah biskuit, tumpahan susu, atau coretan spidol. Tapi, seberapa sering sebenarnya kita harus mengganti sprei anak?

Ternyata, jawabannya nggak sesederhana “kalau udah kotor aja”. Ada alasan penting kenapa sprei si kecil perlu perhatian ekstra—nggak cuma biar kelihatan rapi, tapi juga demi kesehatan kulit dan pernapasan mereka.

 

Anak-anak Lebih Rentan, Tapi Sering Diabaikan

 

Anak-anak, terutama balita, cenderung lebih aktif dan banyak menghabiskan waktu di tempat tidur—mulai dari tidur siang, nonton, makan camilan, sampai main boneka. Aktivitas itu sering bikin sprei cepat kotor tanpa disadari.

Menurut seorang dokter spesialis anak, sprei yang jarang diganti bisa menjadi tempat berkembangnya tungau debu dan bakteri. Jika hal ini dibiarkan, bisa memicu alergi, iritasi kulit, bahkan memperparah gejala asma pada anak.

Berapa Sering Harus Diganti?

 

Idealnya, sprei anak diganti seminggu sekali. Tapi dalam beberapa kasus, frekuensinya bisa lebih sering, apalagi kalau si kecil:

 

  • Sering ngompol
  • Berkeringat berlebihan
  • Punya alergi kulit atau pernapasan
  • Baru sembuh dari sakit

 

Kalau ada noda atau tumpahan, jangan tunggu sampai seminggu. Segera ganti seprai untuk mencegah bakteri berkembang.

 

Nggak Sama dengan Orang Dewasa

 

Sprei anak bukan cuma beda motif dari sprei dewasa, tapi juga beda kebutuhan. Kulit anak lebih sensitif, jadi detergen yang digunakan juga harus lembut dan bebas pewangi kuat. Selain itu, tubuh anak cenderung menghasilkan lebih banyak keringat saat tidur.

Makanya, jangan heran kalau sprei si kecil lebih cepat kotor meski terlihat bersih di mata kita.

 

Tips Biar Sprei Anak Tetap Bersih dan Awet

 

Nah, biar urusan ganti-ganti sprei nggak bikin kamu stres, ini dia beberapa trik yang bisa diterapkan:

 

  • Gunakan pelapis tahan air: Apalagi buat anak yang masih belajar toilet training. Ini bantu mencegah urin langsung menyerap ke sprei.

 

  • Cuci dengan air hangat: Bantu membunuh kuman lebih efektif, tapi tetap aman untuk bahan kain.

 

  • Jemur di bawah sinar matahari: Sinar UV alami bantu membunuh tungau dan bakteri.

 

  • Rotasi 2-3 set sprei: Jadi kamu bisa langsung ganti tanpa nunggu sprei kering.

 

Kapan Harus Ganti Sprei Baru?

 

Selain rutin mencuci, kamu juga perlu tahu kapan saatnya “pensiunkan” sprei lama. Beberapa tanda sprei perlu diganti total:

 

  • Serat kain mulai berbulu dan terasa kasar
  • Warna pudar atau bercak noda tak hilang meski dicuci
  • Karet elastisnya sudah longgar
  • Si kecil mulai mengeluh gatal saat tidur

 

Sprei yang nyaman dan bersih bisa bantu anak tidur lebih nyenyak dan sehat. Jadi, jangan tunggu sampai bau atau kotor banget, ya!

 

Kesimpulannya

 

Merawat sprei anak bukan sekadar urusan estetika, tapi soal menjaga kesehatan dan kenyamanan mereka. Dengan mengganti sprei secara rutin dan memilih bahan yang tepat, kamu bisa mencegah banyak masalah sejak awal. Yuk, mulai cek sprei anak di rumah—masih layak pakai, atau sudah saatnya ganti?

 

 


Paket Outbound Perusahaan di Batu Malang