Film Bukan Cuma Hiburan, Tapi Juga Sarana Edukasi!
Ternyata, Film Bisa Jadi Guru
Kehidupan yang Nggak Kamu Sadari
SERBA TAU – Siapa nih yang masih mikir nonton film itu nggak ada
gunanya? Kalau kamu jeli, ada banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik dari
layar lebar.
Nonton film sering dianggap sebagai aktivitas santai
buat mengisi waktu luang. Tapi jangan salah, film juga bisa jadi media belajar
yang powerful, lho!
Bahkan, beberapa film justru bikin penonton merenung,
belajar nilai moral, budaya, hingga sejarah—tanpa harus duduk di kelas.
Belajar
Nggak Harus Selalu dari Buku
Sekarang, belajar bisa dari mana aja. Film termasuk
salah satu sarana edukasi nonformal yang makin dilirik. Lewat jalan cerita yang
relate dan visual yang menarik, penonton bisa lebih cepat menyerap pesan-pesan
penting tanpa terasa sedang “diajarin”.
Coba deh inget lagi film Laskar Pelangi. Selain
menghibur, film ini juga membuka mata tentang pentingnya pendidikan dan
perjuangan anak-anak di daerah pelosok.
Atau film internasional seperti The Social Dilemma, yang ngajarin kita soal bahaya media sosial dengan gaya yang ringan tapi ‘nendang’.
Emosi dan
Visual = Kunci Belajar Cepat
Kenapa sih belajar dari film bisa lebih nempel? Karena
film menyentuh dua elemen penting dalam otak: visual dan emosi. Saat kita
nonton adegan yang menyentuh atau memancing tawa, otak lebih mudah mengingat
pesan yang disampaikan.
Misalnya, film Kartini yang menceritakan
perjuangan emansipasi wanita. Bukan cuma sejarah, film ini juga ngajarin soal
keberanian menyuarakan hak, yang akhirnya bisa jadi inspirasi buat generasi
sekarang.
Sineas Juga
Punya Peran Edukatif
Bukan cuma guru atau dosen, sineas juga punya andil
besar dalam membentuk pola pikir masyarakat lewat karya mereka. Banyak pembuat
film sengaja menyisipkan pesan edukatif dalam dialog, adegan, atau bahkan lewat
pemilihan tokoh.
Yang keren, mereka bisa menyampaikan pesan tanpa
terasa menggurui. Justru lewat konflik, dialog santai, dan karakter yang hidup,
penonton bisa lebih mudah mencerna nilai-nilai yang ingin disampaikan.
Contoh lainnya? Film Ngeri-Ngeri Sedap yang
viral tahun lalu. Di balik kelucuannya, film ini menyentil soal hubungan orang
tua-anak, komunikasi dalam keluarga, sampai budaya Batak yang kerap jarang
dibahas di ruang publik.
Dampaknya
Bisa Bikin Pola Pikir Berubah
Jangan remehkan efek sebuah film. Banyak penonton yang
mengaku mulai peduli isu lingkungan setelah nonton film dokumenter seperti Before
the Flood atau Seaspiracy. Ada juga yang mulai berani speak up soal
kesehatan mental setelah nonton serial seperti It’s Okay to Not Be Okay.
Film punya kekuatan untuk membuka wawasan dan bikin
kita mikir dua kali sebelum bertindak. Kadang, satu adegan aja cukup buat
nyentil dan bikin kita refleksi diri.
Jadi, Masih
Anggap Film Cuma Buat Santai?
Tentu, nggak semua film punya nilai edukatif. Tapi
kalau kita nontonnya dengan lebih terbuka, banyak banget insight yang bisa
dipetik. Dari isu sosial, budaya, hingga kehidupan sehari-hari—film bisa jadi
jendela buat lihat dunia dari sudut yang berbeda.
Yang penting, kita tahu mana film yang sekadar
hiburan, dan mana yang bisa jadi ‘guru’ tak resmi. Jadi, next time kamu lagi
marathon film, coba deh tanya ke diri sendiri: “Aku belajar apa dari cerita
ini?”