Jangan Asal Nonton! Ini Efek Buruk Menonton Horor Bagi Mental
Berani Nonton Horor? Ini Risiko Serius yang Mungkin Kamu Alami!
SERBA TAU – Malam-malam, kamar gelap, headset terpasang, dan
layar HP menampilkan sosok hantu perempuan dengan mata melotot. Seram? Iya.
Nagih? Juga iya. Tapi sadar nggak sih, nonton horor terus-terusan bisa kasih
efek yang nggak main-main ke mental kamu?
Film horor memang punya
daya tarik tersendiri. Sensasi deg-degan, adrenalin yang naik, sampai rasa lega
waktu akhirnya si tokoh selamat—semua bikin banyak orang kecanduan. Bahkan,
menurut data dari Statista tahun 2023, genre horor jadi salah satu yang paling
sering ditonton di platform streaming seperti Netflix dan Disney+.
Tapi di balik itu semua,
ada sisi gelap yang nggak bisa diabaikan. Seorang psikolog klinis mengatakan
kalau kebiasaan nonton horor secara berlebihan bisa memicu reaksi psikologis
yang cukup serius. Mungkin awalnya hanya susah tidur atau mimpi buruk. Tapi
kalau jadi kebiasaan, bisa sampai gangguan kecemasan.
Efeknya Nggak Cuma Sekadar Takut
Setiap orang punya respons berbeda terhadap film horor. Tapi yang umum terjadi adalah peningkatan detak jantung, tangan berkeringat, dan pikiran jadi overthinking. Kalau kamu pernah merasa diawasi di kamar sendiri setelah nonton film hantu, kamu nggak sendirian.
Bahkan sebuah penelitian
menunjukkan bahwa otak kita menyimpan visual menakutkan lebih lama dibandingkan
gambar biasa. Jadi nggak heran kalau bayangan si pocong dari film semalam masih
terus terngiang-ngiang di kepala.
Belum lagi kalau film
horor yang ditonton terlalu sadis atau realistis. Bisa-bisa muncul trauma
visual yang bertahan lama. Dalam beberapa kasus, seseorang bahkan bisa
mengembangkan fobia baru hanya karena satu adegan tertentu.
Anak-Anak dan Remaja: Korban yang Paling Rentan
Anak anak berusia di
bawah 18 tahun sangat rentan terhadap efek horor. Hal ini disebabkan anak-anak
belum punya kemampuan untuk memisahkan mana yang fiksi dan mana yang realita. Jadi
ketika mereka nonton horor, otaknya mungkin akan menangkap itu sebagai
kenyataan.
Nggak heran kalau banyak
kasus anak-anak jadi takut tidur sendiri, cemas ditinggal, atau bahkan
mengalami regresi perilaku setelah nonton film menyeramkan.
Kenapa Banyak Orang Tetap Suka?
Meski efeknya
mengganggu, tetap aja genre horor punya fans berat. Alasannya? Ternyata, nonton
horor bisa memicu produksi hormon dopamin dan adrenalin. Perasaan takut yang
aman—karena kita tahu itu cuma film—bisa bikin tubuh merasa “hidup”.
“Horor itu kayak roller
coaster emosional. Kita takut, tapi tetap penasaran. Dan itu bikin nagih,” kata
Amanda.
Tapi hati-hati, sensasi
adiktif itu bisa jadi bumerang kalau nggak dibarengi kontrol diri.
Tips Aman Buat Kamu yang Tetap Mau Nonton Horor
Kalau kamu merasa horor
udah jadi bagian dari ‘me time’, coba perhatikan batasannya. Jangan nonton saat
mental kamu lagi rapuh. Hindari nonton sendirian di malam hari, terutama kalau
kamu gampang kepikiran. Dan yang paling penting: kenali batasan diri kamu.
Kalau udah mulai susah
tidur, merasa cemas tanpa sebab, atau terganggu sama visual tertentu, itu tanda
kamu butuh jeda.
Kesimpulannya?
Nonton horor boleh, tapi
jangan asal. Efeknya ke mental bisa nyata banget, apalagi kalau dilakukan
terus-menerus. Kenali tanda-tandanya, batasi intensitasnya, dan pastikan kamu
tetap dalam kendali. Karena hiburan seharusnya menyenangkan, bukan malah bikin
trauma.