Alphard Welcab Lebih Inklusif: Komponen Buatan Lokal Siap Dipakai
SERBATAU
- Kementerian Perindustrian
(Kemenperin) resmi mengumumkan
produksi Komponen Alphard Welcab
di dalam negeri. Proyek ini melibatkan Yayasan Pendidikan dan Teknologi
Indonesia (YPTI) Sleman serta PT Toyota Auto Body‑Tokai Extrusion (TAB‑TX) Karawang. Langkah tersebut menekan
impor, meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sekaligus membuka
lapangan kerja terampil.
Selama
tiga dekade, varian Welcab—Wheelchair & Accessible—mengandalkan
parts Jepang. Mulai kuartal I 2024, tiga dari sepuluh komponen kunci, termasuk
mekanisme power‑slide dan lift‑up kursi baris kedua, sudah
berlabel Made in Indonesia. Targetnya, pada 2026 seluruh part non‑elektrik
diproduksi lokal.
Mengapa
Lokalisasi Welcab Penting?
Substitusi
impor menjadi agenda strategis pemerintah sejak Program Peningkatan Penggunaan
Produk Dalam Negeri (P3DN) diluncurkan. Menurut Taufiek Bawazier, Direktur Jenderal
Industri Logam, Mesin,
Alat Transportasi,
dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, impor komponen kursi Welcab sempat
menembus Rp 120 miliar per tahun.
“Komponen Alphard Welcab ini
bukti industri kita mampu mencapai spesifikasi global. Semakin tinggi TKDN,
makin kuat pula rantai pasok nasional,” tegas Taufiek.
Penguatan
manufaktur lokal juga berdampak pada inklusi. Fitur kursi turun‑naik otomatis
memudahkan penumpang difabel dan lansia, sementara harga jual bisa ditekan
berkat biaya logistik yang berkurang.
Sinergi
Kemenperin, YPTI, dan Toyota Auto Body
YPTI,
lembaga vokasi berusia 35 tahun, ditunjuk sebagai mitra engineering. Institusi
ini memegang lisensi produksi part presisi seperti hinge dan bracket
berkekuatan tinggi. TAB‑TX bertindak sebagai perakit akhir dan penjamin standar
Toyota Global.
Transfer
Teknologi & SDM
Kolaborasi
tak berhenti di lini pabrik. Selama 18 bulan, insinyur Toyota memateri
pelatihan Computer Numerical Control (CNC) dan pengujian fatigue kepada 60
mahasiswa vokasi YPTI. Hasilnya, rasio first‑time‑pass komponen mencapai 97 %, setara
pabrikan Jepang.
Detail
Komponen: Dari Hinge hingga Power‑Slide
Komponen |
Fungsi
Utama |
Status
Produksi |
Hinge presisi |
Poros
lipat kursi |
100 % lokal |
Bracket baja HSLA |
Penopang
struktur |
100 % lokal |
Power‑slide
rail |
Rel
elektrik penggeser kursi |
60 % lokal |
Lift‑up
arm |
Lengan
hidraulik pengangkat |
40 % lokal
(naik jadi 80 % 2026) |
Setiap
Komponen Alphard Welcab diuji
30 000 siklus
untuk memastikan ketahanan. Proses galvanisasi ramah lingkungan diterapkan guna
mencegah korosi tanpa krom heksavalen, memenuhi regulasi Uni Eropa RoHS.
Dampak
Ekonomi & Inklusi Disabilitas
Kemenperin
memproyeksi nilai tambah domestik mencapai Rp 45 miliar per tahun saat lokalisasi penuh tercapai.
Selain itu, rantai pasok melibatkan 25 UKM logam di Yogyakarta dan Jawa Barat.
Bagi komunitas difabel, suplai unit Welcab yang lebih stabil memicu layanan
transportasi khusus, ambulans premium, dan penyewaan mobil wisata ramah kursi
roda.
Eko S.A. Cahyanto,
Dirjen Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional menilai
kebijakan ini akan “membuka pasar baru sekaligus menumbuhkan empati industri
terhadap kebutuhan mobilitas inklusif.”
Tantangan
& Rencana Eskalasi Produksi
- Ketersediaan
material HSLA lokal
Pabrik baja domestik tengah meningkatkan kualitas coil 780 MPa agar tak perlu impor. - Komponen
elektronik
Motor listrik power‑slide masih impor. Pemerintah menggandeng produsen brushless DC di Batam untuk tahap berikutnya. - Standar global
& sertifikasi
Semua komponen wajib lolos Toyota Quality Control (TQC) level A. Sertifikasi ISO 9001 dan IATF 16949 sudah diraih YPTI pada Mei 2025.
Meski
demikian, roadmap 2026 menargetkan 80 % konten lokal. Pada 2027, pendekatan serupa diekspor
ke model Granvia Welcab dan Hiace Welcab, memperbesar pasar Asia Tenggara.
Produksi Komponen Alphard Welcab di tanah air bukan sekadar angka TKDN. Ia menegaskan kemampuan manufaktur Indonesia bersaing di segmen premium sekaligus memperluas aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Dengan sinergi pemerintah, industri, dan lembaga vokasi, visi mobilitas inklusif dan ekonomi mandiri bisa bergulir serempak. Kini, saat kursi Welcab berputar mulus karya anak negeri, kita menyaksikan roda kemandirian bergerak lebih lantang.